Pertamina Larang Pangkalan Tambah Kuota Gas 3 Kg

Sabtu, 17 Januari 2015 - 03:04 WIB
Pertamina Larang Pangkalan...
Pertamina Larang Pangkalan Tambah Kuota Gas 3 Kg
A A A
KUDUS - Pertamina melarang pangkalan menambah kuota gas elpiji 3 kilogram (kg). Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya migrasi pengguna elpiji 12 kg ke gas melon bersubsidi tersebut.

Sales Executive Elpiji Pertamina se-Karisidenan Pati, Jawa Tengah, Roby C Djasmy mengatakan, meski kuota elpiji 3 kg pada 2015 naik, namun pihaknya tidak akan menambah jatah masing-masing pangkalan yang ada di wilayah Karisidenan Pati.

Tambahan kuota tersebut akan didistribusikan untuk pangkalan baru yang dibentuk di lokasi yang selama ini kerap mengalami kekurangan stok elpiji bersubsidi. Langkah ini juga sekaligus untuk menekan kemungkinan terjadinya praktik migrasi pengguna elpiji 12 kg.

“Jadi, jika ada pangkalan yang mengusulkan penambahan kuota gas elpiji 3 kg tidak akan dikabulkan oleh Pertamina,” kata Roby, Jumat (16/1/2015).

Tahun ini, Kabupaten Kudus mengusulkan tambahan kuota elpiji 3 kg. Realisasi distribusi elpiji 3 kg di Kudus pada 2014, mencapai 6,05 juta tabung. Sementara jatah untuk 2015, diusulkan sebanyak 6.380.522 tabung.

Menurut Roby, pangkalan baru tersebut diprioritaskan didirikan di desa-desa pelosok. Di Kudus misalnya di kawasan perbukitan, seperti Colo Kecamatan Dawe, Menawan Kecamatan Gebog, atau kawasan perbatasan Kudus – Grobogan yang ada di Kecamatan Undaan.

Dia berharap penambahan pangkalan ini juga efektif untuk menekan melambungnya harga elpiji 3 kg di desa-desa pelosok tersebut.

Sebab berdasar pengalaman, pengecer yang berada di bawah pangkalan menggunakan alasan jauhnya jarak tempuh untuk menaikkan harga elpiji berubsidi tersebut.

Padahal, Harga Eceran Tertinggi (HET) elpiji melon di Kudus sudah ditetapkan. Yakni, dari agen ke pangkalan Rp14 ribu dan dari pangkalan ke konsumen Rp18 ribu.

“Ini harus diawasi bersama-sama. Mestinya bisa sesuai dengan HET,” tegas Roby.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Petani Mendapat Sosialisasi...
Petani Mendapat Sosialisasi Keamanan Seiring Gas JTB Mulai Dialirkan
Pertamina Mulai Berlakukan...
Pertamina Mulai Berlakukan Transaksi Non Tunai
Penjualan Kondensat...
Penjualan Kondensat Pertamina EP Subang Field
Pertamina EP Donggi...
Pertamina EP Donggi Matindok Field Dorong Perekonomian Kelompok Wanita Banggai
PEP Prabumulih Field...
PEP Prabumulih Field Dukung Gerakan Ketahanan Pangan
Restrukturisasi Pertamina...
Restrukturisasi Pertamina Ditegaskan Sesuai Buku Putih dan Roadmap BUMN
Berita Terkini
Harga Emas Dunia Mendadak...
Harga Emas Dunia Mendadak Ambles Hari Ini! Investor Ramai-ramai Putar Haluan
33 menit yang lalu
1.500 Buruh Bakal Geruduk...
1.500 Buruh Bakal Geruduk Kemenkeu Desak Penghapusan Pajak JHT, Ini 4 Tuntutan Utama
1 jam yang lalu
SYAFIF 2026 di Banjarmasin,...
SYAFIF 2026 di Banjarmasin, Prudential Syariah Gencarkan Literasi Keuangan
1 jam yang lalu
Pasar Mulai Cemas, Mata...
Pasar Mulai Cemas, Mata Uang Rupee India Kehabisan Napas justru Saat Dolar AS Lemah
2 jam yang lalu
Cadangan Devisa Indonesia...
Cadangan Devisa Indonesia per Juni 2026 Naik jadi USD145,6 Miliar
2 jam yang lalu
Istana Sebut Tarif Listrik...
Istana Sebut Tarif Listrik Harusnya Naik, tapi Daya Beli Jadi Prioritas
3 jam yang lalu
Infografis
3 Negara yang Menghasilkan...
3 Negara yang Menghasilkan Gas Alam Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved