Minyak Global Melonjak Pasca Wafatnya Raja Saudi

Jum'at, 23 Januari 2015 - 10:25 WIB
Minyak Global Melonjak...
Minyak Global Melonjak Pasca Wafatnya Raja Saudi
A A A
MELBOURNE - Minyak mentah melonjak setelah Raja Abdullah dari Arab Saudi wafat. Arab Saudi merupakan produsen minyak terbesar di Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC).

Kontrak berjangka (futures) naik 3,1% di New York dan 2,6% di London setelah Saudi Press Agency mengumumkan meninggalnya raja yang telah memerintah Saudi selama hampir satu dekade tersebut. Sementara putra mahkota, Salman bin Abdulaziz akan menggantikannya sebagai raja.

Arab Saudi sebagai eksportir terbesar minyak mentah dunia telah memimpin keputusan OPEC untuk mempertahankan kuota produksi pada pertemuan di Wina, November tahun lalu. Keputusan tersebut memperburuk banjirnya pasokan global, sehingga mendorong harga minyak makin murah.

"Wafatnya Raja Abdullah akan meningkatkan ketidakpastian dan volatilitas harga minyak dalam waktu dekat," kata analis di Sanford C. Bernstein & Co Neil Beveridge seperti dilansir dari Bloomberg, Jumat (23/1/2015).

Dia berharap, sepeninggalnya Raja Abdullah, Arab Saudi tidak akan melakukan perubahan kebijakan dalam waktu dekat, namun kejadian ini akan memberikan tantangan bagi Arab Saudi.

Minyak turun hampir 50% sepanjang tahun lalu karena Amerika Serikat (AS) memproduksi minyak pada tingkat tercepat dalam lebih dari tiga dekade dan OPEC menolak memangkas produksi.

Administrasi Informasi Energi melaporkan, stok minyak mentah di AS sebagai konsumen minyak terbesar dunia, naik 10,1 juta barel pada 16 Januari 2015. Itu merupakan peningkatan volume terbesar sejak Maret 2001.

Minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) di New York Mercantile Exchange untuk pengiriman Maret naik USD1,45 ke USD47,76 per barel dan berada di USD47,08 pada pukul 12.44 siang waktu Sydney dari sebelumnya di harga USD46,31.

Semua volume berjangka yang diperdagangkan sekitar 77% di atas rata-rata 100 hari. Harga minyak WTI telah turun 3,3% sepanjang pekan ini.

Sementara minyak mentah Brent di ICE Futures Europe Exchange untuk pengiriman Maret naik USD1,28 ke USD49,80 per barel. Minyak mentah patokan Eropa ini terhdap WTI diperdagangkan sebesar USD2,22 dibandingkan pada 16 Januari sebesar USD1,04.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
31 menit yang lalu
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
2 jam yang lalu
Sucofindo Catatkan Laba...
Sucofindo Catatkan Laba Bersih 100,7% dari Target RKAP 2025
3 jam yang lalu
Nasib Belang Gurita...
Nasib Belang Gurita Bisnis Arab di Tengah Perang: Ada yang Boncos hingga Mendadak Kaya
3 jam yang lalu
Masa Transisi ke B50...
Masa Transisi ke B50 Berlangsung hingga September, Penyaluran Dilakukan Bertahap
5 jam yang lalu
Selat Hormuz Dikunci...
Selat Hormuz Dikunci Rapat Iran, Jalur Minyak Terpenting Dunia Kembali Mandek
6 jam yang lalu
Infografis
Arab Saudi Bangun Jalur...
Arab Saudi Bangun Jalur Kereta Api Landbridge Rp116 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved