Qantas Naikkan Tarif Dasar Tiket

Rabu, 28 Januari 2015 - 12:17 WIB
Qantas Naikkan Tarif...
Qantas Naikkan Tarif Dasar Tiket
A A A
SYDNEY - Qantas Airways Ltd akan menaikkan tarif dasar tiket untuk menutupi penghapusan biaya tambahan bahan bakar. Langkah ini menepis seruan agar industri penerbangan menurunkan tarif tiket karena penurunan harga minyak mentah dunia.

Maskapai Australia itu menyatakan, lebih dari setengah harga minyak selama enam bulan terakhir tidak cukup untuk menutupi kuatnya kompetisi tarif internasional. Maskapai besar lainnya juga beralasan, tarif dasar tiket adalah fungsi permintaan, bukan biaya. Meski demikian, Qantas tampaknya menjadi yang pertama menggunakan alasan untuk mengimbangi biaya tambahan bahan bakar.

“Jika Anda lihat pada tren penerbangan global selama dekade lalu, biaya dan kompetisi telah meningkat sementara tarif dan keuntungan maskapai turun,” ungkap Chief Executive Officer (CEO) Alan Joyce, dikutip kantor berita Reuters . “Kami melihat keuntungan besar dari bahan bakar dan itu akan membantu bisnis internasional kami kembali membukukan laba dan akan membantu Qantas berinvestasi pada konsumen.

Dia menambahkan, jumlah penumpang tetap di bawah level sebelum krisis keuangan global dan harga minyak yang lebih rendah akan membuat maskapai dalam posisi lebih baik untuk investasi pesawat, rute, dan ruang tunggu baru. “Di lingkungan yang sangat kompetitif di mana para konsumen telah membayar lebih murah dibandingkan beberapa tahun lalu, harga minyak yang lebih rendah dapat membantu industri memiliki pijakan jangka panjang,” katanya.

Konsumen setia Qantas akan mendapat keuntungan dari restrukturisasi tarif tiket itu. Artinya, mereka tidak lagi harus membayar biaya tambahan untuk bahan bakar dalam tarif tiket mereka. Penumpang Qantas kelas ekonomi dapat menghemat USD87 pada penerbangan pulang ke Amerika Serikat dan penumpang ekonomi premium akan mendapat 130 dolar Australia untuk tiket pulang ke Afrika Selatan.

Minyak saat ini 60% lebih murah dibandingkan saat harga tertinggi pada Juni. Kondisi ini meningkatkan proyeksi laba industri global meningkat USD5 miliar tahun ini menjadi USD25 miliar. Meski demikian, Asosiasi Transportasi Udara Internasional (International Air Transport Association/IATA) memperkirakan laba bersih maskapai membuat per penumpang tahun ini akan meningkat USD1 dibandingkan tahun lalu, dari USD6 menjadi USD7.

Para pakar penerbangan menjelaskan, pekan lalu sejumlah maskapai tidak akan memangkas tarif tiket setelah penurunan harga minyak walaupun ada seruan dari para politisi dan konsumen. Emirates pekan lalu mempertimbangkan apakah akan memangkas biaya tambahan. Adapun, Qatar Airways berencana mengurangi biaya tapi tidak dijelaskan kapan dan seberapa besar.

AirAsia Bhd awal pekan ini menyatakan, pihaknya telah menghapus biaya tambahan bahan bakar di semua afiliasi regional dan maskapai jarak jauh AirAsia X Bhd. Pesaing Qantas, Virgin Australia Holdings Ltd, telah menghapus biaya tambahan bahan bakar untuk rute AmerikaSerikat(AS), pekanlalu. Japan Airlines juga memangkas biaya tambahan bahan bakar. Analis menyatakan, penghapusan biaya tambahan bahan bakar itu merupakan langkah marketing yang penting.

Syarifudin
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Prudential Indonesia...
Prudential Indonesia Catat 10 Tahun Beruntun dengan Jumlah MDRT Terbanyak di RI
31 menit yang lalu
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
37 menit yang lalu
Contek Dubai, Airlangga...
Contek Dubai, Airlangga Sebut Pusat Financial Berada di Zona Ekonomi Khusus
1 jam yang lalu
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
1 jam yang lalu
ADVAN Universe 2026...
ADVAN Universe 2026 Digelar di Bandung, Perkuat Ekosistem Talenta Digital
1 jam yang lalu
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
3 jam yang lalu
Infografis
Inilah Bupati Pati yang...
Inilah Bupati Pati yang Diprotes Warganya karena Naikkan Pajak 250%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved