Perbankan Harus Layani Transaksi Hedging

Jum'at, 30 Januari 2015 - 11:13 WIB
Perbankan Harus Layani...
Perbankan Harus Layani Transaksi Hedging
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) meminta perbankan nasional siap melayani transaksi lindung nilai (hedging ) atas utang luar negerinya. Hal ini sejalan dengan perkiraan BI, di mana permintaan transaksi hedging meningkat.

Deputi Task Force Financial BI Nanang Hendarsah mengatakan, dari sekitar 70 bank yang dianggap mampu untuk melayani permintaan hedging , hanya 20 bank yang siap untuk menerima transaksi hedging. ”Ada 70 bank yang aktif melakukan transaksi devisa itu baru sekitar 20-25, termasuk bank domestik dan kantor cabang asing,” kata Nanang di Jakarta kemarin.

Dia menilai, kesiapan bank untuk menerima permintaan hedging harus terlebih dahulu mempersiapkan diri dari segi sistem dan sumber daya manusianya (SDM). Menurut Nanang, hedging yang termasuk transaksi derivatif bukan transaksi seperti spot yang memerlukan pengelolaan risiko dari sisi bank.

Namun, bagaimana bank bisa melakukan atau mengekspansi kapasitas bank dalam menyerap permintaan itu. ”Banyak faktor kenapa bank belum melakukan transaksi tersebut. Karena untuk transaksi derivatif ini, harus mempunyai beberapa kriteria yang utama. Berdasar Peraturan Bank Indonesia itu harus bank buku 2, 3 dan 4 yang boleh melakukan transaksi derivatif,” terang Nanang.

Kunthi fahmar sandy
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
PLN EPI Perluas Kemitraan...
PLN EPI Perluas Kemitraan Global Bangun Rantai Pasok Hidrogen Hijau
6 jam yang lalu
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
6 jam yang lalu
PT Astra International...
PT Astra International Tbk: Dari Rumah Koran di Desa Sejahtera Astra Kanreapia Menjadi Sentra Sayuran di Sulawesi Selatan
6 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Majalengka dan Subang
7 jam yang lalu
Lepas dari Pertamina,...
Lepas dari Pertamina, Pelita Air Bakal Gabung di Bawah Garuda Indonesia
7 jam yang lalu
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Infografis
Ukraina Harus Setor...
Ukraina Harus Setor Logam Tanah Jarang jika Ingin Dibantu AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved