Pengusaha Khawatir Kisruh KPK-Polri Ganggu Ekonomi
Sabtu, 31 Januari 2015 - 13:29 WIB
Pengusaha Khawatir Kisruh KPK-Polri Ganggu Ekonomi
A
A
A
JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) khawatir kisruh yang terjadi antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kepolisian RI (Polri) mengganggu situasi ekonomi.
Ketua Apindo, Haryadi Sukamdani mengatakan, meski saat ini konflik antara dua lembaga negara tersebut belum memberikan pengaruh pada dunia usaha dan iklim investasi, namun harus segera diselesaikan.
Jika tidak, dikhawatirkan akan menimbulkan masalah baru yang dapat menganggu dunia usaha di Tanah Air.
"Sekarang dampaknya belum terasa. Tetapi untuk jangka panjang akan menyebabkan instabilitas politik, itu baru menjadi masalah," ujarnya, dalam keterangan tertulis, Sabtu (31/1/2015).
Ketidakstabilan politik, lanjut dia, akan berpengaruh terhadap kepercayaan investor. Di mana investor pasti akan mempertanyakan kepastian dan penegakan hukum di Indonesia.
"Kalau kepercayaan pada lembaga penegak hukum ini mulai menurun, itu akan memberikan pengaruh pada dunia usaha. Sekarang mereka saling sandera, itu kan bahaya," jelasnya.
Dia berharap, kisruh tersebut segera selesai, dan tidak semakin melebar serta menganggu sektor lain, seperti dunia usaha dan investasi.
"Kalau harapan pengusaha ini segera selesai dengan baik. Urusan politik seharusnya sudah selesai pada pemilu lalu. Sekarang saatnya orang bekerja," tandas Haryadi.
Ketua Apindo, Haryadi Sukamdani mengatakan, meski saat ini konflik antara dua lembaga negara tersebut belum memberikan pengaruh pada dunia usaha dan iklim investasi, namun harus segera diselesaikan.
Jika tidak, dikhawatirkan akan menimbulkan masalah baru yang dapat menganggu dunia usaha di Tanah Air.
"Sekarang dampaknya belum terasa. Tetapi untuk jangka panjang akan menyebabkan instabilitas politik, itu baru menjadi masalah," ujarnya, dalam keterangan tertulis, Sabtu (31/1/2015).
Ketidakstabilan politik, lanjut dia, akan berpengaruh terhadap kepercayaan investor. Di mana investor pasti akan mempertanyakan kepastian dan penegakan hukum di Indonesia.
"Kalau kepercayaan pada lembaga penegak hukum ini mulai menurun, itu akan memberikan pengaruh pada dunia usaha. Sekarang mereka saling sandera, itu kan bahaya," jelasnya.
Dia berharap, kisruh tersebut segera selesai, dan tidak semakin melebar serta menganggu sektor lain, seperti dunia usaha dan investasi.
"Kalau harapan pengusaha ini segera selesai dengan baik. Urusan politik seharusnya sudah selesai pada pemilu lalu. Sekarang saatnya orang bekerja," tandas Haryadi.
(dmd)
Lihat Juga :