Pemerintah Godok Pajak Kos-kosan dan Bisnis Online

Senin, 02 Februari 2015 - 11:27 WIB
Pemerintah Godok Pajak...
Pemerintah Godok Pajak Kos-kosan dan Bisnis Online
A A A
JAKARTA - Pemerintah Indonesia saat ini terus mengejar pendapatan negara dari berbagai sektor terutama sektor pajak, termasuk dari usaha rumah kos-kosan dan bisnis online.

Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Andin Hadianto mengatakan, saat ini pihaknya terus membahas soal potensi pajak dari kos-kosan. Pajak yang dikenakan diluar dari Pajak Bumi Bangunan (PBB).

"Ini masuk ke pajak jasa sewa. Kalau usahanya kan sudah jadi bisnis, otomatis kenanya PPn. Tapi masih kita kaji lagi buat kelanjutannya," katanya saat ditemui di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (2/2/2015).

Dia menilai, jika dilihat berdasarkan prinsip ekonomi, kos-kosan sudah layak dipajaki. Menurutnya, dulu usaha kos-kosan biasa saja dan sekarang menjadi bisnis menggiurkan.

"Di sini kita selalu melihat potensi pajaknya mana yang selama ini layak tapi belum bayar pajak sejalan dengan perkembangan ekonomi. Dulu biasa saja, tapi sekarang jadi besar bisa jadi potensi," tegas Andin.

Pemerintah juga masih mengkaji kriteria kos-kosan yang dikenakan pajak sewa. Namun, penerapan pajak ditargetkan tahun ini.

"Itu masih dilihat-lihat, dikaji. Insya Allah tahun ini karena bagian dari target penerimaan tahun ini," jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga sedang menyelesaikan aturan penarikan pajak dari bisnis online atau e-commerce. Pemerintah melihat ada transaksi dan potensi perputaran yang cepat dan besar di bisnis via internet tersebut.

"Kalau e-commerce teknisnya masih kita dalami. Makanya kita lihat kriterianya mana yang bisa kena, lihat koleksinya, biayanya, dan lain lain. Nanti pajaknya e-commerce itu PPn. Intintinya mau difokuskan sementara ini low inforcement, tax compliance," pungkas Andin.

(Baca: Pemilik Rumah Kos Akan Jadi Target Pajak)
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Aksi Menuntut Reformasi...
Aksi Menuntut Reformasi Pegawai Pajak
Diskon Pajak Mobil Baru...
Diskon Pajak Mobil Baru Berlaku Mulai 1 Maret 2021
Negara yang Kaya Tanpa...
Negara yang Kaya Tanpa Memungut Pajak dari Rakyatnya
Indonesia Demam Pajak,...
Indonesia Demam Pajak, 5 Negara Ini Bebas Pajak
Kapolri: Polri akan...
Kapolri: Polri akan Kawal Kepatuhan Wajib Pajak untuk Bayar Pajak
Adaro Raih Penghargaan...
Adaro Raih Penghargaan Wajib Pajak
Berita Terkini
Mitigasi Risiko Blackout,...
Mitigasi Risiko Blackout, Diversifikasi Energi Jadi Strategi Ketahanan Listrik
6 menit yang lalu
Danantara Mulai Merger...
Danantara Mulai Merger BUMN Sekuritas, Mandiri hingga BNI Sekuritas Dilebur
14 menit yang lalu
BI Blak-blakan soal...
BI Blak-blakan soal Kombinasi Pemicu Kejatuhan Rupiah yang Sempat Rp18 Ribu per Dolar AS
47 menit yang lalu
Dukung Ekonomi Berkelanjutan,...
Dukung Ekonomi Berkelanjutan, Jamkrindo Syariah Perkuat Penerapan Prinsip Syariah
1 jam yang lalu
Purbaya Tolak Permintaan...
Purbaya Tolak Permintaan Himbara Perpanjang Tenor Dana SAL hingga Setahun
1 jam yang lalu
100 Jenama Indonesia...
100 Jenama Indonesia Unjuk Gigi di MASA Singapore 2026, Astra Dorong Kolaborasi Bersama
1 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved