Sudirman Ungkap Penyebab BBM di Bali Lebih Mahal
Selasa, 03 Februari 2015 - 12:25 WIB
Sudirman Ungkap Penyebab BBM di Bali Lebih Mahal
A
A
A
JAKARTA - Menteri Energi dam Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengakui, harga BBM di Bali lebih mahal dari daerah lain. Bali menggunakan batas maksimal penjualan yang ditetapkan pemerintah soal Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 10%.
"Untuk diketahui, PBBKB batasnya maksimal 10%. Untuk BBM yang sifatnya dilepas bukan lagi harga subsidi, PBBKB nya diserahkan ke daerah masing-masing. Contohnya Bali, mereka menetapkan harga maksimal, jadi 10%," ujarnya saat rapat dengan Komisi VII DPR RI, Jakarta, Selasa (3/2/2015).
Jadi, lanjut dia, jika masyakarat di luar Bali pergi ke Bali dan membeli BBM, maka harga premium dan pertamax lebih mahal dari daerah lainnya.
Pihaknya juga mempersilakan kepala daerah memilih sendiri policy terhadap harga BBM tersebut. Jika mereka ingin lebih kompetitif, maka PBBKB-nya harus lebih rendah.
"Sehingga mereka bisa mengatakan, BBM di tempat saya itu lebih murah dari tempat lain," pungkas Sudirman.
"Untuk diketahui, PBBKB batasnya maksimal 10%. Untuk BBM yang sifatnya dilepas bukan lagi harga subsidi, PBBKB nya diserahkan ke daerah masing-masing. Contohnya Bali, mereka menetapkan harga maksimal, jadi 10%," ujarnya saat rapat dengan Komisi VII DPR RI, Jakarta, Selasa (3/2/2015).
Jadi, lanjut dia, jika masyakarat di luar Bali pergi ke Bali dan membeli BBM, maka harga premium dan pertamax lebih mahal dari daerah lainnya.
Pihaknya juga mempersilakan kepala daerah memilih sendiri policy terhadap harga BBM tersebut. Jika mereka ingin lebih kompetitif, maka PBBKB-nya harus lebih rendah.
"Sehingga mereka bisa mengatakan, BBM di tempat saya itu lebih murah dari tempat lain," pungkas Sudirman.
(izz)
Lihat Juga :