Kenaikan Target Pajak Paling Realistis 15%

Rabu, 04 Februari 2015 - 19:39 WIB
Kenaikan Target Pajak...
Kenaikan Target Pajak Paling Realistis 15%
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Haryadi Sukamdani mengatakan, jika melihat kondisi ekonomi Indonesia saat ini, kenaikan target pajak yang paling realistis sekitar 10%-15%.

Menurutnya, angka tersebut paling realistis dibanding target dari pemerintah sebesar 40%.

"Yang realistis kenaikannya sekitar 10%-15%. Itu dengan mencari sumbernya masih bisa digali dan itu pun dengan catatan ekstensifikasinya harus dijalankan," ujarnya di Menara Kadin, Jakarta, Rabu (4/2/2015).

Selain itu, saat ini pemerintah sudah memiliki ruang fiskal yang lebih luas dari pencabutan subsidi BBM sebesar Rp250 triliun. Melihat tambahan anggaran, pemerintah seharusnya bukan menambah beban pengusaha dengan meningkatkan pajak, tetapi justru memberikan insentif ke pengusaha agar lebih berkembang.

"Pemerintah sudah punya cukup modal dan harusnya memberikan stimulus fiskal kepada pengusaha. Jadi pemerintah perlu melihat kembali target ini realistis atau tidak," jelas dia.

Haryadi memberikan contoh di negara Rusia. Di mana pemerintahan Rusia memberikan stimulus kepada pengusaha melalui pemotongan Pajak Penghasilan (PPh) Badan. Cara seperti ini justru terbukti meningkatkan pajak di negara tersebut.

"Rusia pernah lakukan pemotongan tarif PPh-nya dari 20% ke 13%. Tetapi justru pendapatan pajaknya meningkat. Cara seperti ini yang perlu dipikirkan pemerintah," tandasnya.

Seperti diketahui, meski belum disahkan melalui sidang paripurna DPR, pemerintah telah menetapkan target penerimaan pajak, bea dan cukai 2015 sebesar Rp1.484,6 triliun.

Angka tersebut terdiri dari pajak nonmigas Rp1.244,7 triliun, bea dan cukai Rp188 triliun, dan PPh migas Rp55,5 triliun. Target ini naik 40,3% dari realisasi penerimaan 2014 yang sebesar Rp1.058,3 triliun.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Aksi Menuntut Reformasi...
Aksi Menuntut Reformasi Pegawai Pajak
Diskon Pajak Mobil Baru...
Diskon Pajak Mobil Baru Berlaku Mulai 1 Maret 2021
Negara yang Kaya Tanpa...
Negara yang Kaya Tanpa Memungut Pajak dari Rakyatnya
Indonesia Demam Pajak,...
Indonesia Demam Pajak, 5 Negara Ini Bebas Pajak
Kapolri: Polri akan...
Kapolri: Polri akan Kawal Kepatuhan Wajib Pajak untuk Bayar Pajak
Adaro Raih Penghargaan...
Adaro Raih Penghargaan Wajib Pajak
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
1 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
8 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
8 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
8 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
10 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
10 jam yang lalu
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved