Kinerja Reksa Dana Saham di Januari Paling Rendah

Sabtu, 07 Februari 2015 - 17:46 WIB
Kinerja Reksa Dana Saham...
Kinerja Reksa Dana Saham di Januari Paling Rendah
A A A
JAKARTA - Kinerja rata-rata reksa dana saham dari sisi imbal hasil (return) yang diberikan pada Januari 2015 paling rendah dibanding kinerja rata-rata reksa dana jenis lainnya.

Berdasarkan data PT Infovesta Utama, dana saham pada bulan lalu hanya memberikan return 0,62%, retun itu di bawah reksa dana campuran sebesar 0,96% dan reksa dana pendapatan tetap mencapai 3,31%. Kinerja reksa dana saham juga di bawah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang memberikan return sebesar 1,19%.

Analis PT Infovesta Utama Vilia Wati mengatakan, rendahnya kierja reksa dana saham bulan lalu akibat pergerakan IHSG yang cenderung melemah hingga pertengahan Januari, meski akhirnya mampu menguat tipis di akhir bulan.

"Beberapa faktor yang diperkirakan turut mempengaruhi pergerakan IHSG sepanjang Januari, antara lain pelemahan nilai tukar yang masih berlanjut, perdagangan harian selama Januari yang mayoritas didominasi oleh net sell asing," kata dia kepada Sindonews, Sabtu (7/2/2015).

Selain itu, juga didorong inflasi tahunan yang melandai paska deflasi di bulan Januari. Sementara dari global, adanya stimulus yang dikucurkan oleh bank sentral Eropa (ECB).

Dibanding periode yang sama tahun lalu, kinerja reksa dana pendapatan tetap paling baik. Pada Januari 2013, kinerja rata-rata reksa dana pendapatan tetap minus 0,74%, sementara reksa dana saham memberi return sebesar 3,97%, dan reksa dana campuran 1,91%.

Menurut Vilia, membaiknya kinerja reksa dana pendapatan tetap pada bulan pertama tahun in ditopang kinerja obligasi pemerintah (SUN) yang relatif tinggi. Tercatat obligasi pemerintah memberi return rata-rata 3,76%, sedangkan pada Januari 2013 minus 3,01%.

"Kinerja obligasi pemerintah di bulan lalu yang menanjak realtif tinggi diduga akibat sentimen positif dari inflasi yang melandai dan dana asing yang masuk ke pasar SUN," ujarnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mantan Bos Bursa Minta...
Mantan Bos Bursa Minta OJK Usut Tuntas Kasus Nasabah Minna Padi
Wujudkan Masyarakat...
Wujudkan Masyarakat Indonesia Merdeka Finansial, STAR Asset Management dan DANA Hadirkan Investasi Reksa Dana
Kolaborasi Perkuat Akses...
Kolaborasi Perkuat Akses Reksa Dana Global Syariah Berbasis USD
Distribusikan Reksadana...
Distribusikan Reksadana Pilihan, Principal Indonesia Gandeng Standard Chartered Indonesia
Kurang dari Tiga Tahun,...
Kurang dari Tiga Tahun, Jumlah Investor Reksa Dana Meningkat 39%
Kesalahan Investor Pemula...
Kesalahan Investor Pemula Saat Berinvestasi Reksa Dana
Berita Terkini
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
5 jam yang lalu
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
5 jam yang lalu
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
6 jam yang lalu
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
6 jam yang lalu
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
6 jam yang lalu
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
6 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved