Emas Global Rebound Dipicu Sentimen Yunani dan Ukraina
Senin, 09 Februari 2015 - 09:47 WIB
Emas Global Rebound Dipicu Sentimen Yunani dan Ukraina
A
A
A
MELBOURNE - Emas global rebound dipicu sentimen dari Yunani dan Ukraina. Pemerintah Yunani kembali menolak program bailout negaranya dan kekhawatiran meningkatnya konflik Ukraina, sehingga mendorong permintaan emas.
Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras berjanji meningkatkan upah minimum dan menghentikan privatisasi infrastruktur, sehingga menempatkan posisinya berseberangan dengan kreditur internasional menjelang pertemuan darurat bersama para menteri keuangan kawasan Eropa.
Sementara konflik di Ukraina yang hampir setahun memasuki pekan penting untuk mempersiapkan pertemuan puncak para pemimpin Jerman, Perancis, Rusia dan Ukraina di Minsk, Belarus pada 11 Februari 2015.
"Kelihatannya konflik Ukraina akan memburuk dan akan memberikan sedikit imbas pada harga emas," kata analis sumber daya di Fat Prophets David Lennox, seperti dilansir dari Bloomberg, Senin (9/2/2015).
Logam mulia untuk pengiriman segera naik 0,4% menjadi USD1.238,98 per ons dan berada di USD1.238,64 pada pukul 09.20 pagi di Singapura dibanding akhir pekan lalu di USD1.228,48.
Harga emas akhir pekan lalu merupakan level terendah sejak 15 Januari 2015 setelah rilis data pekerjaan di Amerika Serikat (AS) pada Januari di atas perkiraan, meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan segera menaikkan suku bunganya kali pertama 2006.
Emas untuk pengiriman April naik 0,2% menjadi USD1.236,80 per ons di Comex di New York. Pad akhir pekan lalu, harga emas turun 2,2% setelah data payrolls AS.
Perak untuk pengiriman segera naik 0,2% menjadi USD16,7631 per ons, platinum turun 0,1% menjadi USD1.224,38 per on dan paladium kehilangan 0,2% menjadi USD782,80 per ons.
Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras berjanji meningkatkan upah minimum dan menghentikan privatisasi infrastruktur, sehingga menempatkan posisinya berseberangan dengan kreditur internasional menjelang pertemuan darurat bersama para menteri keuangan kawasan Eropa.
Sementara konflik di Ukraina yang hampir setahun memasuki pekan penting untuk mempersiapkan pertemuan puncak para pemimpin Jerman, Perancis, Rusia dan Ukraina di Minsk, Belarus pada 11 Februari 2015.
"Kelihatannya konflik Ukraina akan memburuk dan akan memberikan sedikit imbas pada harga emas," kata analis sumber daya di Fat Prophets David Lennox, seperti dilansir dari Bloomberg, Senin (9/2/2015).
Logam mulia untuk pengiriman segera naik 0,4% menjadi USD1.238,98 per ons dan berada di USD1.238,64 pada pukul 09.20 pagi di Singapura dibanding akhir pekan lalu di USD1.228,48.
Harga emas akhir pekan lalu merupakan level terendah sejak 15 Januari 2015 setelah rilis data pekerjaan di Amerika Serikat (AS) pada Januari di atas perkiraan, meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan segera menaikkan suku bunganya kali pertama 2006.
Emas untuk pengiriman April naik 0,2% menjadi USD1.236,80 per ons di Comex di New York. Pad akhir pekan lalu, harga emas turun 2,2% setelah data payrolls AS.
Perak untuk pengiriman segera naik 0,2% menjadi USD16,7631 per ons, platinum turun 0,1% menjadi USD1.224,38 per on dan paladium kehilangan 0,2% menjadi USD782,80 per ons.
(rna)
Lihat Juga :