Emas Global Menguat karena Ketidakpastian Yunani
Selasa, 10 Februari 2015 - 09:56 WIB
Emas Global Menguat karena Ketidakpastian Yunani
A
A
A
MELBOURNE - Emas global menguat di tengah kekhawatiran terhadap ketidakpastian negosiasi utang Yunani dan kreditor.
Emas untuk pengiriman segera diperdagangkan pada USD1.239,65 per ons pada pukul 08.30 pagi di Singapura dari sebelumnya USD1.239,03.
Emas telah turun 3,9% pada pekan lalu karena data pekerjaan di Amerika Serikat (AS) pada Januari di atas perkiraan, sehingga mendorong spekulasi bahwa Federal Reserve akan segera menaikan suku bunganya untuk kali pertama sejak 2006.
Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan mereka tidak akan memberikan bantuan lebih ke Yunani tanpa pamrih. Sementara Yunani mencari pembiayaan jangka pendek sekitar 10 miliar euro atau setara USD11,3 miliar untuk mencegah krisis keuangan.
Sementara Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras berusaha untuk keluar dari penghematan yang diberlakukan oleh pemerintah sebelumnya sebagai syarat untuk bailout Yunani. Kebijakan baru ini bertolak belakang dengan perjanjian sebelumnya.
Langkah-langkah kebijakan yang direncanakan, termasuk kenaikan upah minimum, melanggar ketentuan darurat perjanjian kredit antara Yunani dengan kawasan Eropa dan Dana Moneter Internasional (IMF).
Menurut Australia & New Zealand Banking Group Ltd dalam catatannya seperti dilansir dari Bloomberg bahwa ketegangan politik di Yunani mendukung pembelian emas dan kepemilikan emas di SPDR Glod Trust sejak awal tahun ini, yang telah naik 5%, dengan kenaikan terkuat pada pekan lalu.
Kepemilikan emas di Gold Trust naik pada Jumat menjadi 1.677,88 metrik ton, level tertinggi dalam empat bulan terakhir. Kepemilikan emas meningkat pada Januari untuk kali pertama sejak Juli.
Sementara emas untuk pengiriman April turun 0,2% menjadi USD1.239 per ons di Comex, New York. Perak untuk pengiriman segera naik 0,1% menjadi USD17,0142 per ons, paladium naik 0,2% menjadi USD781,75 per ons dan platinum sedikit berubah menjadi USD1.217,63 per ons.
Emas untuk pengiriman segera diperdagangkan pada USD1.239,65 per ons pada pukul 08.30 pagi di Singapura dari sebelumnya USD1.239,03.
Emas telah turun 3,9% pada pekan lalu karena data pekerjaan di Amerika Serikat (AS) pada Januari di atas perkiraan, sehingga mendorong spekulasi bahwa Federal Reserve akan segera menaikan suku bunganya untuk kali pertama sejak 2006.
Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan mereka tidak akan memberikan bantuan lebih ke Yunani tanpa pamrih. Sementara Yunani mencari pembiayaan jangka pendek sekitar 10 miliar euro atau setara USD11,3 miliar untuk mencegah krisis keuangan.
Sementara Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras berusaha untuk keluar dari penghematan yang diberlakukan oleh pemerintah sebelumnya sebagai syarat untuk bailout Yunani. Kebijakan baru ini bertolak belakang dengan perjanjian sebelumnya.
Langkah-langkah kebijakan yang direncanakan, termasuk kenaikan upah minimum, melanggar ketentuan darurat perjanjian kredit antara Yunani dengan kawasan Eropa dan Dana Moneter Internasional (IMF).
Menurut Australia & New Zealand Banking Group Ltd dalam catatannya seperti dilansir dari Bloomberg bahwa ketegangan politik di Yunani mendukung pembelian emas dan kepemilikan emas di SPDR Glod Trust sejak awal tahun ini, yang telah naik 5%, dengan kenaikan terkuat pada pekan lalu.
Kepemilikan emas di Gold Trust naik pada Jumat menjadi 1.677,88 metrik ton, level tertinggi dalam empat bulan terakhir. Kepemilikan emas meningkat pada Januari untuk kali pertama sejak Juli.
Sementara emas untuk pengiriman April turun 0,2% menjadi USD1.239 per ons di Comex, New York. Perak untuk pengiriman segera naik 0,1% menjadi USD17,0142 per ons, paladium naik 0,2% menjadi USD781,75 per ons dan platinum sedikit berubah menjadi USD1.217,63 per ons.
(rna)
Lihat Juga :