PLN Ajukan PMN Rp5 Triliun untuk Perkuat Ekuitas

Kamis, 12 Februari 2015 - 16:49 WIB
PLN Ajukan PMN Rp5 Triliun...
PLN Ajukan PMN Rp5 Triliun untuk Perkuat Ekuitas
A A A
JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) tengah mengajukan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp5 triliun untuk memperkuat ekuitas dalam permodalan.

Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengatakan, perseroan pada tahun ini menginvestasikan dana Rp62 triliun untuk membangun pembangkit dan transmisi. Namun, PLN masih kekurangan dana sekitar Rp15,5 triliun dari total investasi Rp62 triliun.

"Investasi ini dialokasikan untuk pembangkit 10.000 megawatt (mw) dan transmisi. Sumber dana Rp62 triliun ini dari luar, dan kalau dari pinjaman luar maka modal PLN harus kuat," kata Sofyan di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (12/2/2015).

Alasan PLN membutuhkan PMN Rp5 triliun lantaran perusahaan sudah mendapatkan modal dari laba dan amortisasi untuk kebutuhan dana Rp62 triliun tersebut.

"Namun masih kurang Rp15,5 triliun. Nah, Rp15,5 triliun ini juga kita penuhi dari pinjaman JICA (Japan International Cooperation Agency) dan lain-lain. Namun, paling tidak kita sudah terobati oleh Rp5 triliun ini dan kita sudah bersyukur sekali," ungkap Sofyan.

Sofyan berharap agar seteroan deviden ke pemerintah dikurungi, sehingga modal perusahaan semakin kuat untuk menjalankan program-program yang sudah dicanangkan.

Dijelaskan Sofyan, dengan modal yang kuat secara otomatis rasio utang perusahaan berkurang, sehingga kemampuan untuk mendapatkan pinjaman lebih besar.

"Memang waktu kita dapat PMN, DER (debt to equity ratio) turun dari sekitar 218% menjadi 203%. Kita berharap tahun depan DER turun, walau tahun depan kita pinjam lagi. Mudah-mudahan laba tahun ini plus laba tahun depan mendukung modal lebih kuat lagi," ujarnya.

Sofyan mengutarakan, dari proyek 10.000 mw tersebut, PLN mengerjakan 2.000 mw setiap tahunnya. Selain itu, PLN juga punya proyek pembangunan pembangkit 7.000 mw yang ditargetkan selesai pada tahun ini.

"Untuk proyek 7.000 mw ini sudah ada uangnya selain ekuitas, ada plafon dari bank dunia, JICA. Mudah-mudahan bisa diselesaikan," paparnya.

Direktur Keuangan PLN Murtaqi Syamsuddin menambahkan, dengan adanya PMN membuat kinerja keuangan tidak meningkat signifikan. Pasalnya, setiap penambahan PMN Rp1 triliun akan memberikan dampak penurunan 1,8% terhadap rasio utang terhadap modal.

"DER kita lebih baik menjadi 202%, ROA sebesar 2,47%, serta rasio utang terhadap aset sekitar 54%," pungkas Murtaqi.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kompor Induksi Buat...
Kompor Induksi Buat Hidup Jadi Lebih Praktis, Nyaman dan Hemat
PLN Runners Bertekad...
PLN Runners Bertekad Sukseskan PLN Mobile Color Run 2025 di Palembang
Program Ikatan Kerja...
Program Ikatan Kerja PT PLN (Persero) Resmi Dibuka, Ini Persyaratannya!
Alasan PLN Matikan Listrik...
Alasan PLN Matikan Listrik Pelanggan saat Hujan Deras
PLN Startup Day 2025...
PLN Startup Day 2025 Dukungan Kembangkan Startup Greentech Indonesia
Viral, Tiang Listrik...
Viral, Tiang Listrik Berdiri di Tanah Warga, Mau Dipindah PLN Minta Rp12,6 Juta
Berita Terkini
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
1 jam yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
1 jam yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
1 jam yang lalu
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
2 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
3 jam yang lalu
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved