Persediaan Capai Rekor, Minyak Lanjutkan Penurunan

Jum'at, 20 Februari 2015 - 08:08 WIB
Persediaan Capai Rekor,...
Persediaan Capai Rekor, Minyak Lanjutkan Penurunan
A A A
NEW YORK - Harga minyak mentah melanjutkan penurunan untuk hari kedua pada Kamis waktu setempat setelah pemerintah Amerika Serikat (AS) melaporkan persediaan minyak mentah mencapai rekor tertinggi.

Harga minyak juga dipengaruhi investor menutup posisi lebih pendek untuk minyak mentah berjangka AS sehari menjelang berakhirnya kontrak bulan depan.

Administrasi Informasi Energi (EIA) melaporkan, persediaan minyak mentah AS naik 7,7 juta barel pada pekan lalu menuju rekor 425,6 juta barel.

Produksi minyak naik dua kali lipat dari proyeksi analis sebanyak 3,2 juta barel, namun jauh di bawah perkiraan American Petroleum Institute (API) sebanyak 14,3 juta barel.

Minyak mentah Brent dan minyak mentah berjangka AS jatuh sekitar 5% pada Rabu setelah laporan API.

"Volume ini masih bearish jika dibanding dengan perkiraan API," kata anggota di New York Tyche Capital Advisors Tariq Zahir seperti dilansir dari Reuters, Jumat (20/2/2015).

Minyak Brent naik 32 sen menjadi USD60,21 per barel dari sebelumnya USD57,80. Sementara pada Selasa, mencapai harga tertinggi dua bulan di USD63.

Sementara minyak mentah AS ditutup melemah 98 sen menjadi USD51,16 per barel. Pada awal sesi, minyak turun lebih dari USD2. Adapun kontrak Maret untuk minyak mentah AS akan berakhir pada Jumat waktu setempat.

Minyak telah reli selama bulan lalu, dengan Brent naik 35% dari posisi rendah di pertengahan Januari karena para pedagang menutup posisi jangka pendek setelah anjlok 60% sejak Juni 2014.

Sementara beberapa analis memperkirakan bahwa pengurangan jumlah rig minyak di AS bisa meningkatkan harga.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
1 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
1 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
1 jam yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
1 jam yang lalu
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
1 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
1 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved