Pasar Wine Didominasi Produk Ilegal

Selasa, 24 Februari 2015 - 10:41 WIB
Pasar Wine Didominasi...
Pasar Wine Didominasi Produk Ilegal
A A A
JAKARTA - Pasar wine dan spirits di Indonesia didominasi produk ilegal. Menurut data International Spirits and Wines Association, 90% minuman beralkohol golongan B dan C didominasi produk impor selundupan.

Board Member International Spirits and Wines Association Dendy A Borman mengatakan, penyelundupan kedua produk tersebut dipastikan lolos dari pengawasan petugas bea cukai. “Saya tidak paham dari mana (asal wine dan spirits ) tersebut. Mungkin outlet -nya dari beberapa negara tetangga yang punya koneksi langsung lewat laut,” ujarnya di Jakarta akhir pekan lalu.

Menurutnya, barang-barang selundupan yang masuk bebas tanpa dikenakan bea cukai akan menghancurkan pasar minuman sejenis yang diimpor secara legal. “Kasus oplosan yang kena malah produk- produk legal. Pemerintah daerah juga melihat kasus oplosan yang kena tampar itu produk-produk resmi terutama kategori B dan C karena biasanya pakai kemasan produk legal,” ungkapnya.

Dia menambahkan, kebutuhan minuman beralkohol golongan B dan C sudah diatur sangat ketat dan hanya boleh di tempat-tempat penjualan langsung seperti kafe, bar, bukan di pengecer. “Dampaknya, saya pikir lebih ke peran pemerintah dalam mengontrol barang masuk yang kena cukai. Kalau tidak dikontrol, akan berdampak lebih pada oplosan,” ujarnya. Dia melanjutkan, barang yang masuk ilegal adalah minuman KW (palsu).

“Botolnya resmi, tapi isinya kadang sudah dicampur yang lain. Itu porsinya pemerintah adalah memastikan bahwa para pemilik produk yang menjual itu resmi dan bayar cukai,” jelasnya. Menurutnya, salah satu pemicu penyelundupan barang impor karena adanya perbedaan harga yang cukup besar antara produk yang dijual di Indonesia dengan produk yang dijual di luar negeri. “Kami mengusulkan melonggarkan kuota dan menurunkan gap, karena di sini (Indonesia) gapnya cukup besar sekitar 40-50%. Gap yang tidak terlalu tinggi antara kuota bisa menghilangkan insentif orang untukmenyelundupkanbarang,” ungkapnya.

Oktiani endarwati
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
12 menit yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
14 menit yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
24 menit yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
1 jam yang lalu
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
1 jam yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BRI Dorong Sadar Budaya Kelola Sampah melalui Green Action BRI Peduli
1 jam yang lalu
Infografis
6 Produk Buatan China...
6 Produk Buatan China yang Digemari Konsumen Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved