Banyak Perusahaan Kamuflasi Keruk Ikan di Indonesia

Rabu, 25 Februari 2015 - 07:15 WIB
Banyak Perusahaan Kamuflasi...
Banyak Perusahaan Kamuflasi Keruk Ikan di Indonesia
A A A
JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengungkapkan, banyak perusahaan yang bergerak di bidang ikan kaleng merasa dirugikan dengan kebijakannya terkait illegal fishing (pencurian ikan) dan transhipment (bongkar muat ikan di laut). Namun, mereka kamuflase mengeruk ikan di Tanah Air.

Susi menuturkan, jauh sebelum menerapkan kebijakan-kebijakannya, banyak perusahaan yang menjadikan pabrik pengalengan ikan hanya sebagai formalitas agar bisa menjalankan aksi pengerukan ikan Indonesia.

"Padahal, dari dulu kan tidak jalan. Mereka modal formalitas saja. Yang berkibar adalah General Santos (perusahaan Filipina), bukan Bitung (Sulawesi). Bitung itu pengalengannya, itu yang paling rendah, kita ingin fresh tuna diekspor. Tapi, kalau dibiarkan di-transhipment di tengah laut ya sama saja," jelasnya.

Susi mengungkapkan, utilisasi dari perusahaan ikan tersebut bahkan ada yang hanya mencapai 2%. Sebab itu, kamuflase pembangunan pabrik di Indonesia hanya untuk mendapatkan stempel untuk menjual ikan ke luar negeri.

"Mereka punya stampel sertifikat itu. Mereka tidak bisa ekspor lagi, kalau ikannya nyolong di Indonesia tidak punya pabrik. Ya, mereka enggak bisa ekspor," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KKP Segel Lahan Proyek...
KKP Segel Lahan Proyek Reklamasi di Batam
KKP Workshop Penyuluh...
KKP Workshop Penyuluh Perikanan untuk Kembangkan Informasi
Disrupsi Data Perikanan
Disrupsi Data Perikanan
Menteri KKP Kasih Bocoran...
Menteri KKP Kasih Bocoran 3 Potensi Investasi ke Pelaku Usaha
Kadin Gelar Halalbihalal...
Kadin Gelar Halalbihalal dengan KKP, Bahas Tantangan Sektor Kelautan dan Perikanan
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
4 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
4 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
5 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
5 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
6 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved