MIAP Beberkan 7 Produk Banyak Dipalsukan Selama 2014

Rabu, 25 Februari 2015 - 13:16 WIB
MIAP Beberkan 7 Produk...
MIAP Beberkan 7 Produk Banyak Dipalsukan Selama 2014
A A A
JAKARTA - Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP) dalam hasil studinya membeberkan terdapat tujuh komoditas yang produknya banyak dipalsukan sepanjang tahun lalu.

Sekertaris Jenderal MIAP Justisiari P Kusumah menyampaikan bahwa dari studi dampak pemalsuan terhadap perekonomian Indonesia 2014 terdapat tujuh komoditas yang produknya banyak dipalsukan. Di antaranya, software, kosmetika, farmasi/obat-obatan, pakaian, barang dari kulit (tas, sepatu, dan lainnya), makanan dan minuman, dan tinta printer.

Menurutnya, persentase produk palsu tinta printer mencapai 49,4%, pakaian palsu mencapai 38,90%, diikuti barang dari kulit 37,20%, dan software 33,50%. Sisanya produk kosmetika palsu 12,60%, makanan dan minuman palsu 8,50% dan produk farmasi palsu 3,80%.

"Obyek studi MIAP dan FEUI pada riset tahun ini juga berkembang, tidak hanya pada konsumen akhir, namun juga dilakukan terhadap konsumen antara, yaitu para penjual atau pedagang retail," kata Justisiari dalam jumpa pers di Royal Kuningan Hotel, Jakarta, Rabu (25/2/2015).

Dia menerangkan, kedua rantai konsumsi ini dianggap menjadi hal yang tidakk dapat dilepaskan, mengingat pembelian atau pengunaan barang-barang palsu tidak akan marak jika suplai barang tersebut juga tidak tersedia.

"Untuk itulah pada studi MIAP tahun ini, konsumen akhir dan konsumen antara menjadi target sampel kegiatan survey," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, penyidik dari Mabes Polri AKBP Suharyanto mengatakan, bahwa pihaknya baru-baru ini berhasil melakukan penindakan terhadap peredaran oli palsu di beberapa wilayah di Jakarta, dengan jumlah yang cukup signifikan, dari toko atau pusat perbelanjaan otomotif yang cukup terpercaya.

"Permasalahan, seperti oli palsu adalah masalah serius yang menjadi salah satu sorotan kepolisian, karena tidak hanya melanggar hak dari pemilik merek, tetapi dari sudut pandang konsumen juga sangat merugikan masyarakat pengguna oli palsu tersebut," jelas dia.

Hingga saat ini pihak kepolisian sedang melakukan kegiatan penyelidikan terhadap peredaran produk oli yang diduga palsu tersebut, bersama saksi ahli serta petugas laboratorium penyidik kepolisian.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hampir 600.000 Produk...
Hampir 600.000 Produk Ilegal Diamankan, Nilainya Rp15 Miliar
PT Karya Laili Mendunia...
PT Karya Laili Mendunia Pastikan Produk Minuman Kolagen Laili Waiteu Legal
Pentingnya Literasi,...
Pentingnya Literasi, Mahasiswa Didorong Hindari Produk Keuangan Ilegal
BBPOM Makassar Sita...
BBPOM Makassar Sita Ratusan Produk Ilegal di Sulsel
Menjamur di Online,...
Menjamur di Online, Kosmetik Ilegal dan Abal-abal Bikin Galau Pengusaha
Peritel Cemas Rokok...
Peritel Cemas Rokok Ilegal Makin Menjamur Buntut Standardisasi Kemasan
Berita Terkini
Selat Hormuz Dikunci...
Selat Hormuz Dikunci Rapat Iran, Jalur Minyak Terpenting Dunia Kembali Mandek
51 menit yang lalu
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
11 jam yang lalu
Listrik Padam Berhari-hari,...
Listrik Padam Berhari-hari, Becak Tenaga Surya Jadi Penyelamat dari Krisis Energi
11 jam yang lalu
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
11 jam yang lalu
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
12 jam yang lalu
Dirut PTPN I Beberkan...
Dirut PTPN I Beberkan Lima Pilar Industri Perkebunan
12 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved