Pertamina Klaim Gelontorkan 50% Elpiji 3 Kg

Kamis, 26 Februari 2015 - 14:07 WIB
Pertamina Klaim Gelontorkan...
Pertamina Klaim Gelontorkan 50% Elpiji 3 Kg
A A A
JAKARTA - PT Pertamina (persero) mengklaim telah menggelontorkan 50% lebih elpiji subsidi 3 kg guna mengantisipasi kepanikan di kalangan masyarakat lantaran terjadi kelangkaan.

"Kita gelontorkan berapa pun yang dibutuhkan masyarakat, saat ini operasi pasar sedang berlangsung di Kota Depok dan Bandung. Kami berharap masyarakat tidak kesulitan lagi mendapatkan elpiji 3 kg," kata Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang di Jakarta, Kamis (26/2/2015).

Pihaknya kembali mengimbau kepada masyarakat untuk membeli elpiji 3 kg di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dengan harga resmi yang ditetapkan sebesar Rp16.000 per tabung sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). "Pertamina gelontorkan 50% lebih banyak, daripada hari biasanya," ucap dia.

Bambang merinci, alokasi elpiji 3 kg di Depok ditetapkan sebanyak 54.000 tabung per hari. Karena terjadi panic buying perseroan hari ini mengelontorkan sebanyak 81.000 tabung per hari.

"Ini hanya panic buying. Saat ini stok di agen resmi atau pangkalan khususnya di Depok cukup banyak," ujarnya.

Sementara, Pengamat Kebijakan Energi Sofyano Zakaria mengatakan, kepanikan dikalangan masyarakat terjadi karena aturan terkait konsumen elpiji 3 kg tidak terkendali. Alhasil, siapapun berhak membeli elpiji bersubsidi 3 kg.

"Ini akibat abu-abunya Peraturan Menteri ESDM terkait pengawasan konsumen elpiji 3 kg," kata dia.

Di samping itu, pemerintah daerrah terkesan cuci tangan tidak melakukan pengawasan serta pembinaan terhadap pangkalan elpiji 3 kg. Padahal pembinaan terhadap pangkalan elpiji tertuang dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri No 17/2011 dan Permen ESDM No 5/2011.

"Pemda harusnya aktif berperan membina penyalur elpiji jangan hanya membuat aturan tentang HET," pungkas Bambang.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tips Menghemat LPG,...
Tips Menghemat LPG, Dijamin Awet Meski Masak Setiap Hari
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran...
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran Beli LPG 3 Kg Pakai KTP
Harga Gas Elpiji Non...
Harga Gas Elpiji Non Subsidi di Maros Naik Rp15 Ribu
Kecanduan LPG, Impor...
Kecanduan LPG, Impor 2021 Naik Jadi 7,2 Juta Ton
Harga Elpiji Non-Subsidi...
Harga Elpiji Non-Subsidi 2 Kali Naik, Siap-siap Gas Melon Jadi Langka
Istana Pastikan Warung...
Istana Pastikan Warung Kelontong Bisa Kembali Jual Gas LPG 3 Kg Hari Ini
Berita Terkini
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
26 menit yang lalu
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
46 menit yang lalu
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
1 jam yang lalu
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
2 jam yang lalu
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
2 jam yang lalu
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
3 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved