DPR Ragukan Rasio Elektrifikasi Capai 80%

Minggu, 01 Maret 2015 - 17:55 WIB
DPR Ragukan Rasio Elektrifikasi...
DPR Ragukan Rasio Elektrifikasi Capai 80%
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Satya Yudha meragukan pernyataan pemerintah mengenai rasio elektrifikasi di seluruh daerah mencapai 80%.

Menurut dia, jumlahnya rasio elektifikasi kurang dari itu lantaran wilayah Indonesia yang belum teraliri listrik di Indonesia diyakini masih lebih dari 20%.

"Pemerintah selalu menggemborkan rasio elektrifikasi. Perusahaan Listrik Negara (PLN) sampaikan paling tidak 80%. Ketika kami pergi ke Nusa Tenggara Barat (NTB) ada wilayah yang belum ada listrik. NTB itu terbilang rendah kalau bicara nasional," ujarnya di Jakarta, Minggu (1/3/2015).

Selain itu, dia menyampaikan masih banyak wilayah yang dialiri listrik berasal dari diesel, sehingga menyebabkan harga listrik menjadi lebih mahal di wilayah tersebut.

"Saat menginap di hotel saat ke NTB, empat kali mendapati listrik padam dalam sehari. Pada saat ketemu PLN, kita tanya itu hitungan rasio bagaimana? Buktinya saya di hotel empat kali padam," jelasnya.

Satya menilai, seharusnya pemerintah dan PLN membuat data rasio yang berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS). Dia menduga, pemerintah selama ini hanya menghitung berdasarkan rumah yang teraliri listrik.

"Ternyata hitung berdasarkan rumah yang terlistriki, tapi asumsi dalam satu rumah ada empat orang. Kenyataannya ada satu rumah yang sampai tiga keluarga, ditambah lagi kelompok mana yang mampu dan tidak mampu terlistriki," pungkasnya.

(Baca: Delapan Cara ESDM Wujudkan Pembangkit 35.000 MW)
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Perpanjang...
Pemerintah Perpanjang Pemberian Diskon Tagihan Listrik
Pemerintah Tahan Kenaikan...
Pemerintah Tahan Kenaikan Tarif Listrik untuk Menjaga Daya Beli Masyarakat
Kebutuhan Investasi...
Kebutuhan Investasi Ketenagalistrikan Nasional
Subsidi Listrik Diperpanjang...
Subsidi Listrik Diperpanjang Hingga Maret 2021
Schneider Electric Kampanyekan...
Schneider Electric Kampanyekan Rumah Nyaman, Listrik Aman
MCB RXE, Si Kecil yang...
MCB RXE, Si Kecil yang Bikin Rumah Aman dari Kebakaran
Berita Terkini
IHSG Kembali ke Level...
IHSG Kembali ke Level 6 Ribuan usai Melesat 4,24%, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.749 Triliun
44 menit yang lalu
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
9 jam yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
10 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
10 jam yang lalu
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
11 jam yang lalu
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
11 jam yang lalu
Infografis
18 Negara dengan Gaji...
18 Negara dengan Gaji Anggota DPR Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved