Investasi Turun, Jepang Revisi Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 10 Maret 2015 - 09:54 WIB
Investasi Turun, Jepang...
Investasi Turun, Jepang Revisi Pertumbuhan Ekonomi
A A A
TOKYO - Ekonomi Jepang tumbuh lebih kecil dibandingkan proyeksi pada kuartal IV/2014 saat belanja modal turun.

Kondisi ini menunjukkan penguatan belanja konsumen tidak mendorong investasi bisnis. Revisi data kuartal IV/2014 ini seiring berbagai indikator pada beberapa bulan terakhir yang menunjukkan pemulihan yang labil dari resesi.

Para analis menyatakan, situasi ini dapat menekan Bank Sentral Jepang (Bank of Japan/BoJ) untuk menyuntikkan stimulus baru tahun ini demi mencapai target inflasi dan mengatasi penurunan harga. “Ekonomi tumbuh 1,5% pada kuartal IV/2014, turun dari proyeksi awal tumbuh 2,2% dan di bawah proyeksi rata-rata pertumbuhan 2,2%,” ungkap data Kantor Kabinet Jepang, dikutip kantor berita AFP .

Belanja konsumen pada kuartal IV/2014 direvisi naik, menunjukkan beberapa bagian perekonomian sedang membaik. Meski demikian, lemahnya belanja modal menunjukkan berbagai kebijakan fiskal dan moneter serta reformasi struktural yang dilakukan pemerintah gagal menciptakan siklus yang mendorong konsumsi, meningkatkan laba perusahaan, pertumbuhan gaji, dan investasi bisnis.

“Salah satu alasan belanja modal yang mengecewakan ialah perubahan dalam produksi luar negeri yang terjadi beberapa tahun terakhir. Saya masih memperkirakan ekonomi terus tumbuh, tapi siklus ekonomi yang diharapkan para pembuat kebijakan tidak terwujud,” papar Norio Miyagawa, ekonom senior di Mizuho Securities.

Untuk merespons kekhawatiran tentang laju pertumbuhan ekonomi dan indikator kesiapan BoJ mempertahankan target inflasinya, Deputi Gubernur BoJ Hiroshi Nakaso menjelaskan, kebijakan moneter baru akan diterapkan jika penurunan harga minyak mengganggu langkah kami mencapai target inflasi.

Pada basis per kuartal, ekonomi tumbuh 0,4% pada kuartal IV/2014, dibandingkan data awal naik 0,6% dan proyeksi 0,6%. Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) pada kuartal IV/2014 terganggu oleh lemahnya investasi bisnis dan stok industri. Belanja modal turun 0,1% dari kuartal sebelumnya, kurang dari data awal tumbuh 0,1% dan kurang dari proyeksi ratarata tumbuh 0,3%.

Adapun proyeksi pesanan mesin turun 4,1% pada Januari dari bulan sebelumnya, setelah naik 8,3% pada Desember, level tercepat dalam enam bulan. Belanja konsumen naik 0,5%, lebih dari data awal tumbuh 0,3%. Belanja konsumen sangat penting bagi tujuan pemerintah menciptakan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Data lain tahun ini untuk belanja konsumen kurang meyakinkan.

Ada juga keraguan bahwa BoJ mampu mencapai target inflasi 2% pada tahun fiskal mendatang yang dimulai pada April. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan meningkat pada kuartal sekarang menjadi 2,4%, menurut hasil polling kantor berita Reuters . Meski demikian, beberapa ekonom meragukan pertumbuhan ini berkelanjutan.

Syarifudin
(ftr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
7 jam yang lalu
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
7 jam yang lalu
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
7 jam yang lalu
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
7 jam yang lalu
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
8 jam yang lalu
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
8 jam yang lalu
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved