Tingkat Pengaduan Masyarakat Rendah

Kamis, 12 Maret 2015 - 10:19 WIB
Tingkat Pengaduan Masyarakat...
Tingkat Pengaduan Masyarakat Rendah
A A A
JAKARTA - Pemerintah akan meluncurkan hasil survei Indeks Keberdayaan Konsumen (IKK) pada puncak peringatan Hari Konsumen Nasional (Harkonas) pada 23 April 2015.

IKK merupakan indeks untuk mengukur kesadaran dan pemahaman konsumen terhadap hak dan kewajibannya, serta kemampuannya dalam berinteraksi dengan pasar. Program yang digawangi Kementerian Perdagangan (Kemendag) bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) dan lembaga terkait ini rencananya dilakukan bertahap setiap tahun hingga 2019.

Hasil survei tahap pertama yang dilakukan pada September 2014–Maret 2015 akan diluncurkan bertepatan pada Harkonas 2015. Survei dilakukan di empat kota besar yakni Jakarta, Medan, Makassar, dan Surabaya.

Dirjen Standardisasi dan Perlindungan Konsumen Kemendag Widodo mengatakan, IKK merupakan hal baru. Salah satu tujuan yang ingin dicapai adalah agar konsumen di Indonesia bisa betul-betul mempertahankan haknya dan menjadi lebih kritis.

“Kalau 150 juta konsumen Indonesia berdaya, kritis dan mempertahankan haknya, ini yang jadi target sampai 2019. Efek positifnya penggunaan produk dalam negeri bisa meningkat dan pelaku usaha juga akan berusaha meningkatkan kualitas produknya,” ujarnya dalam jumpa pers di Jakarta kemarin.

Kriteria pengukuran IKK terdiri atas tujuh unsur, antara lain keberdayaan konsumen pra-pembelian, keberdayaan konsumen saat pembelian, perilaku pembelian, kecintaan produk dalam negeri, dan keberdayaan konsumen pascapembelian.

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sudaryatmo menambahkan, salah satu indikator atau parameter yang diukur dalam IKK adalah perilaku komplain (complain habit). Makin tinggi complain habit di suatu negara berarti iklim perlindungan konsumennya makin bagus. Menurut Sudaryatmo, complain habit di Indonesia sangat rendah.

YLKI mencatat pengaduan konsumen pada 2014 hanya 1.192,2 pengaduan. Angka ini jauh dibandingkan Malaysia dan Hong Kong yang sebanyak 31.000 pengaduan konsumen. Bahkan, di India terdapat National Consumer Helpline yang dalam setahun bisa menampung 70.000 pengaduan. “Dengan adanya IKK, harapannya bisa meningkatkan complain habittadi,” tukasnya.

Sudaryatmo menilai, rendahnya complain habit, selain dikarenakan kesadaran yang rendah, juga terbatasnya akses pengaduan konsumen.

Inda susanti
(ftr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Harga Emas Turun Tajam...
Harga Emas Turun Tajam saat Liburan, Hari ini Ambles Rp31 Ribu per Gram
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas dan Gerbangtara...
MNC Sekuritas dan Gerbangtara Dorong Literasi Investasi Perempuan lewat SPM Kartini Online Summit 2026
1 jam yang lalu
Dolar AS Mulai Dikepung,...
Dolar AS Mulai Dikepung, Mampukah BRICS Meruntuhkan Dominasi Greenback?
2 jam yang lalu
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Meroket dalam Hitungan Jam usai AS Serang Iran Lagi
3 jam yang lalu
Kembaran Hijau Gas Alam...
Kembaran Hijau Gas Alam Siap Jadi Pengganti LPG
14 jam yang lalu
SIG Salurkan 292 Hewan...
SIG Salurkan 292 Hewan Kurban bagi Masyarakat di Sekitar Area Operasi
15 jam yang lalu
Infografis
Kemenkes Imbau Masyarakat...
Kemenkes Imbau Masyarakat Waspada, Virus HMPV Merebak di China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved