IMF Apresiasi Bank Infrastruktur

Selasa, 24 Maret 2015 - 10:03 WIB
IMF Apresiasi Bank Infrastruktur
IMF Apresiasi Bank Infrastruktur
A A A
BEIJING - Managing Director Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde menyambut pembentukan bank infrastruktur baru oleh China. Lembaga baru itu mendapat dukungan dari Eropa namun ditanggapi skeptis oleh Amerika Serikat (AS).

Komentar Lagarde itu muncul saat lawatan lima hari di China. Lawatan ini setelah Beijing menjadi tuan rumah bagi negara-negara Eropa yang menandatangani dukungan untuk Bank Investasi Infrastruktur Asia (AIIB) yang dipimpin China. Langkah yang diambil Inggris, Jerman, Prancis, Italia, dan negara lain mengakibatkan kekhawatiran di AS dan Jepang yang memimpin Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia (ADB) yang berbasis di Manila.

Beberapa pihak menilai, bank baru itu kompetitor bagi dua institusi tersebut. Melalui pernyataan yang dikeluarkan setelah dia bertemu Perdana Menteri (PM) China Li Keqiang, Lagarde memuji langkah Beijing untuk mereformasi sejumlah sektor termasuk memberantas korupsi, mengendalikanpolusi, danmembukadiriuntuk lebih terhubung dengan dunia.

”Saya menyambut berbagai inisiatif China di bidang ini, termasuk melalui pendirian AIIB,” kata Lagarde, dikutip kantor berita AFP . Lagarde menjelaskan, IMF akan senang bekerja sama dengan bank baru tersebut, menurut laporan kantor berita Xinhua. Managing Director Bank Dunia Sri Mulyani Indrawati juga memuji AIIB.

”Inisiatif apa pun yang akan memobilisasi dana untuk mengisi kesenjangan infrastruktur sangat disambut,” ujarnya kepada Xinhua . China telah mendapatkan dukungan Eropa untuk terlibat dalam lembaga baru tersebut. Media China menyebutkan, AS menghadapi risiko tersisihkan.

Beijing menjadikan lembaga yang dibangun dengan dana USD50 miliar itu sebagai alat untuk membantu mengisi kesenjangan kebutuhan dana untuk pembangunan regional di Asia. Meski demikian, para pejabat AS menunjukkan kekhawatiran bahwa lembaga baru itu akan mengganggu kinerja Bank Dunia. Lagarde juga menjelaskan, IMF menyambut langkah China untuk memasukkan yuan dalam cadangan devisa IMF.

”Kami akan bekerja sama dengan otoritas China dalam hal ini,” ujar Lagarde. Kunjungan Lagarde itu dilakukan seiring melemahnya pertumbuhan di China. Para pemimpin China menyatakan, perekonomian negara itu sedang mengalami transisi dari pertumbuhan tahunan dua digit selama beberapa dekade, menjadi model pertumbuhan berkelanjutan yang lebih lamban. ”Ini harus menuju pada pertumbuhan yang lebih lamban, aman, dan berkelanjutan, dengan fokus pada inovasi dan entrepreneurship, yang akan bagus bagi China dan rakyatnya, dan bagus bagi dunia,” papar Lagarde.

Syarifudin
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
5 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
5 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
5 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
5 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
6 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
6 jam yang lalu
Infografis
Tembus Rp25 Triliun,...
Tembus Rp25 Triliun, Berikut Daftar Bank Pemberi Utang ke Sritex
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved