Penurunan Harga Minyak Tak Pengaruhi Proyek Rel Qatar

Selasa, 31 Maret 2015 - 11:29 WIB
Penurunan Harga Minyak...
Penurunan Harga Minyak Tak Pengaruhi Proyek Rel Qatar
A A A
DOHA - Penurunan harga minyak dunia tidak akan memengaruhi proyek rel ambisius Qatar dan bahkan siap untuk bergabung dengan jaringan kereta api GCC pada 2018.

Seperti dikutip dari The Peninsula, Selasa (31/3/2015), ketiga proyek rel besar yakni, Long Distance, Doha Metro dan Lusail Light Rail bersama-sama akan membutuhkan biaya sebesar USD35,7 miliar.

Mereka tidak memberikan rincian biaya bagi tiga proyek tersebut. Tender kemungkinan akan dilakukan untuk proyek rel jarak jauh (yang akan dihubungkan dengan jaringan rel GCC) pada semester kedua tahun ini.

Proyek Long Distance ini diharapkan akan mulai tahun depan. Menurut para pejabat, GCC cukup tertarik untuk memastikan bahwa proyek rel daerah ini siap dalam batas waktu yang telah disepakati.

Hal tersebut diutarakan Managing Director Qatar Rail, Abdullah bin Abdulaziz Al Subei dan Direktur Long Distance Rail Jaringan Abdulrahman Al Malki.

Kedua jaringan kereta api penumpang dan barang ini akan dikembangkan sebagai bagian dari sistem kereta api regional dan Doha akan langsung dihubungkan ke Arab Saudi. Kota ini juga akan dihubungkan langsung ke Manama, tetapi hanya kereta penumpang untuk Doha dan Bahrain.

Doha juga akan dihubungkan ke Dukhan dan Al Shamal sebagai pusat industri hilir Qatar, dan Ras Laffan sebagai pusat industri hulu, akan dihubungkan satu sama lain melalui kedua saluran penumpang dan barang.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
8 jam yang lalu
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
8 jam yang lalu
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
9 jam yang lalu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
9 jam yang lalu
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
9 jam yang lalu
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
9 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved