DPR Panggil Pertamina dan Pemerintah Pekan Depan

Kamis, 02 April 2015 - 10:57 WIB
DPR Panggil Pertamina...
DPR Panggil Pertamina dan Pemerintah Pekan Depan
A A A
JAKARTA - Komisi VII DPR akan memanggil PT Pertamina (Persero) dan pemerintah pada pekan depan terkait dengan kenaikan gas elpiji 12 kilogram (kg).

Ketua Komisi VII DPR Kardaya Warnika akan mengundang Pertamina dan pemerintah untuk meminta penjelasan keputusan penaikan harga elpiji, yang dilakukan secara diam-diam tersebut.

"Kita tentunya panggil pemerintah dan Pertamina karena tidak mungkin tanpa sepengetahuan pemerintah mereka menaikkan. Ini kan tidak mungkin kalau tanpa persetujuan pemerintah," kata dia kepada Sindonews, Kamis (2/4/2015)

Kardaya menuturkan, selain mempertanyakan kenaikan harga elpiji yang diam-diam, Komisi VII juga akan mempertanyakan pengawasan elpiji yang dilakukan Pertamina dan pemerintah di lapangan.

"Kalau misalanya masalah elpiji ini ada kenaikan harga, kita akan tanyakan, termasuk ke hal-hal yang sudah menjadi kesepakatan tapi tidak dilaksanakan. Ini akan kita panggil semuanya," pungkasnya.

Pemanggilan tersebut dimaksudkan karena penaikan elpiji 12 kg yang dilakukan badan usaha milik negara (BUMN) minyak dan gas (migas) tersebut dinilai tidak transparan. Menurut Kardaya, komoditi yang menyangkut hajat hidup orang banyak, seperti energi harusnya dilakukan secara transparan.

"Masalahnya itu harga bahan bakar atau harga dari produk yang menguasai hajat hidup orang banyak. Elpiji ini buat masak, itu artinya kebutuhan pokoknya orang banyak dan harusnya transparan, disampaikan ke kita," tutur dia.

Dia mengatakan, karena yang menjual elpiji adalah Pertamina maka setiap ada perubahan harga, wajib lapor. Kendati elpiji tersebut bukan barang subsidi, namun dia menegaskan, transparansi ke pihak terkait perlu dilakukan.

"Karena pada dasarnya, kalau elpiji 12 kg naik maka konsumen itu akan lari ke 3 kg. Karena ada perbedaan harga yang sangat besar antara 12 dan 3 kg, pasti banyak penyalahgunaan yang dilakukan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab," ujarnya.

Misalnya, dia mencontohkan, banyak oknum yang akan membeli elpiji 3 kg, kemudian diinjeksikan ke tabung 12 kg. Akibatnya, akan marak elpiji 12 kg oplosan di masyarakat.

(Baca: DPR Tegaskan Belum Tahu Harga Elpiji 12 Kg Naik)
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PT HTGJ Ogah Dituding...
PT HTGJ Ogah Dituding Distribusikan Elpiji Oplosan, Dukung Investigasi Pertamina
Ramadhan, Satgas Pertamina...
Ramadhan, Satgas Pertamina Pastikan Pasokan BBM dan Elpiji Sumbar Aman
Prediksi Konsumsi Naik...
Prediksi Konsumsi Naik 5%, Pertamina Pastikan Stok LPG Aman Saat Lebaran 2020
UMKM Serap 17 Persen...
UMKM Serap 17 Persen Elpiji 3 Kilogram
Pertamina Lakukan Penambahan...
Pertamina Lakukan Penambahan Fakultatif Kebutuhan LPG 3 Kg untuk Wilayah Jabodetabek
Orang Kaya Pakai Gas...
Orang Kaya Pakai Gas Melon, Pengamat: Malu Dong!
Berita Terkini
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
2 jam yang lalu
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
3 jam yang lalu
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
3 jam yang lalu
Telkom Catat Pendapatan...
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun, DPR Minta Soliditas Dijaga
3 jam yang lalu
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
3 jam yang lalu
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
3 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved