Harga Minyak di Asia Turun Tertekan Aksi Profit Taking

Selasa, 07 April 2015 - 13:04 WIB
Harga Minyak di Asia...
Harga Minyak di Asia Turun Tertekan Aksi Profit Taking
A A A
SINGAPURA - Harga minyak di Asia hari ini turun karena terjadi profit taking setelah sebelumnya reli karena adanya keraguan kesepakatan nuklir antara Iran dan kekuatan global yang akan meningkatkan ekspor minyak mentah Iran.

Seperti dikutip dari AFP, Selasa (7/4/2015) haga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 35 sen menjadi USD51,79, sementara Brent merosot 51 sen menjadi USD57,61 pada hari ini. WTI melonjak USD3 sementara Brent melesat USD3,17 kemarin.

"Penurunan harga minyak saat ini kemungkinan besar dikarenakan aksi profit taking karena investor melakukan penjualan saat harga naik untuk mengamankan keuntungan," kata Manajer Perdagangan Energi di Newedge Group di Tokyo Ken Hasegawa.

Analis menilai bahwa kerangka nuklir yang disepakati antara Iran dan kekuatan internasional akan memiliki efek jangka pendek minimal pada pasokan minyak mentah global.

Kesepakatan antara Tehran dan Amerika Serikat, Inggris, China, Perancis dan Rusia ditambah Jerman membuka jalan bagi republik Islam untuk membatasi aktivitas nuklirnya dengan imbalan sanksi terhadap Iran akan dicabut, sehingga negara itu dapat kembaku mengekspor minyak.

"Sebagian besar pedagang sedang menunggu perundingan nuklir Iran lantaran dapat menyebabkan banjirnya minyak di Iran setelah sanksi terhadap negara tersebut dicabut," kata Daniel Ang, analis investasi pada Phillip Futures di Singapura.

"Namun, sinyal dari AS tampaknya tegas dan ini berarti bahwa sanksi hanya akan terangkat perlahan," tambahnya.

Iran memiliki cadangan minyak terbesar keempat di dunia, tetapi ekspornya jatuh dari lebih dari 2,2 juta barel per hari pada 2011 menjadi sekitar 1,3 juta karena sanksi AS-Uni Eropa, untuk mencegah membangun bom nuklir.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Turun Saat Badai Musim Dingin Bekukan Kilang AS
Berita Terkini
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
1 jam yang lalu
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
3 jam yang lalu
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
4 jam yang lalu
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
5 jam yang lalu
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
6 jam yang lalu
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
7 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved