Konsumsi Pertamax di Jateng dan DIY Naik 7%
Rabu, 08 April 2015 - 02:40 WIB
Konsumsi Pertamax di Jateng dan DIY Naik 7%
A
A
A
SEMARANG - PT Pertamina Marketing Operation (MOR) IV Jateng dan DIY mencatat, adanya kenaikan konsumsi pertamax sebesar 7% sepanjang triwulan pertama 2015. Keniakan ini tidak lepas dari kebijakan pemerintah menaikan harga premium.
Kenaikan konsumsi pertamax ini karena selisih harga antara pertamax dengan premium hanya terpaut tipis yakni Rp8.600 per liter untuk pertamax dan premium Rp7.400 per liter atau memiliki selisih kurang lebih Rp1.200.
Humas Pertamina MOR IV Jateng dan DIY Roberth MV Dumatun mengatakan, konsumsi pertamax pada triwulan terealisasi sebesar 92.980 Kilo liter. "Target awal penjualan pertamax 87.980 kl, namun realisasinya mencapai 92.980 kl," katanya di Semarang, Selasa (7/4/2015).
Robert menyebutkan, peralihan pola konsumsi dari premium ke pertamax sejak kenaikan harga premium memang terjadi, tapi jumlahnya relatif kecil dan masih terbilang normal sehingga belum memengaruhi pola distribusi.
Diprediksi apabila selisih harga pertamax pada bulan depan semakin melebar dibanding premium, maka kemungkinan besar konsumsi BBM akan kembali terkonsentrasi pada jenis premium.
Dia mengakui, selisih harga pertamax dengan premium yang hanya selisih sedikit menjadikan masyarakat lebih memilih pertamax. Pihaknya menyarankan masyarakat untuk menggunakan pertamax, karena selain selisihnya sedikit juga lebih bersih.
Meski ada kenaikan konsumsi pertamax Pertamina menjamin, pasokan ke SPBU tetap aman baik untuk premium, solar maupun pertamax. "Untuk pasokan tidak ada masalah," ujar Roberth.
Sementara, untuk konsumsi premium triwulan pertama 2015 sebesar 831.536 kl atau naik 2% dari triwulan sebelumnya yang hanya 815.520 kl. Sedangkan untuk konsumsi solar pada Maret 2015 sebesar 151.310 kl naik dari sebelumnya 132.371 kl dari Februari 2015.
Budi, salah seorang pengguna premium yang beralih ke pertamax mengaku, saat ini lebih memilih pertamax ketimbang premium. Hal itu dikarenakan bukan hanya selisih harga yang tidak terlalu besar, namun juga efek dari penggunaan pertamax.
Menurutnya, penggunaan pertamax lebih irit jika dibanding menggunakan premium. Selain itu di sisi mesin juga lebih halus dan lebih bersih, sehingga dirinya tidak perlu lagi bolak-balik ke bengkel untuk service kendaraan. "Waktu pakai premium, sebulan harus service tapi setelah pakai pertamax tiga bulan baru service," katanya.
Kenaikan konsumsi pertamax ini karena selisih harga antara pertamax dengan premium hanya terpaut tipis yakni Rp8.600 per liter untuk pertamax dan premium Rp7.400 per liter atau memiliki selisih kurang lebih Rp1.200.
Humas Pertamina MOR IV Jateng dan DIY Roberth MV Dumatun mengatakan, konsumsi pertamax pada triwulan terealisasi sebesar 92.980 Kilo liter. "Target awal penjualan pertamax 87.980 kl, namun realisasinya mencapai 92.980 kl," katanya di Semarang, Selasa (7/4/2015).
Robert menyebutkan, peralihan pola konsumsi dari premium ke pertamax sejak kenaikan harga premium memang terjadi, tapi jumlahnya relatif kecil dan masih terbilang normal sehingga belum memengaruhi pola distribusi.
Diprediksi apabila selisih harga pertamax pada bulan depan semakin melebar dibanding premium, maka kemungkinan besar konsumsi BBM akan kembali terkonsentrasi pada jenis premium.
Dia mengakui, selisih harga pertamax dengan premium yang hanya selisih sedikit menjadikan masyarakat lebih memilih pertamax. Pihaknya menyarankan masyarakat untuk menggunakan pertamax, karena selain selisihnya sedikit juga lebih bersih.
Meski ada kenaikan konsumsi pertamax Pertamina menjamin, pasokan ke SPBU tetap aman baik untuk premium, solar maupun pertamax. "Untuk pasokan tidak ada masalah," ujar Roberth.
Sementara, untuk konsumsi premium triwulan pertama 2015 sebesar 831.536 kl atau naik 2% dari triwulan sebelumnya yang hanya 815.520 kl. Sedangkan untuk konsumsi solar pada Maret 2015 sebesar 151.310 kl naik dari sebelumnya 132.371 kl dari Februari 2015.
Budi, salah seorang pengguna premium yang beralih ke pertamax mengaku, saat ini lebih memilih pertamax ketimbang premium. Hal itu dikarenakan bukan hanya selisih harga yang tidak terlalu besar, namun juga efek dari penggunaan pertamax.
Menurutnya, penggunaan pertamax lebih irit jika dibanding menggunakan premium. Selain itu di sisi mesin juga lebih halus dan lebih bersih, sehingga dirinya tidak perlu lagi bolak-balik ke bengkel untuk service kendaraan. "Waktu pakai premium, sebulan harus service tapi setelah pakai pertamax tiga bulan baru service," katanya.
(izz)
Lihat Juga :