Tekan Impor, Sritex Bangun Pabrik Serat Rayon

Sabtu, 11 April 2015 - 10:53 WIB
Tekan Impor, Sritex...
Tekan Impor, Sritex Bangun Pabrik Serat Rayon
A A A
JAKARTA - Demi menekan impor bahan baku, Sritex Group akan membangun pabrik serat rayon atau rayon fiber di dalam negeri.

Dengan dibangunnya pabrik baru ini diharapkan bisa menekan impor bahan baku sebesar 30%. Direktur Utama PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) Iwan Setiawan Lukminto mengatakan, selama ini impor bahan baku mencapai 50%, terdiri atas impor rayon 30% dan impor katun 20%. Tentu hal ini menjadi beban saat merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

”Dengan adanya pabrik baru, tersisa impor 20% untuk bahan baku katun yang belum bisa dibuat di dalam negeri,” ujarnya di Jakarta, Kamis (9/4). Dia menambahkan, bahan baku katun masih impor dari beberapa negara seperti Australia, AS, dan Brasil. ”Impor tetap ada, tapi kita export oriented, jadi tetap diekspor,” imbuhnya.

Pabrik serat rayon seluas 100 hektare ini telah dibangun selama 1,5 tahun dengan investasi senilai USD250 juta. Direncanakan, tahun depan pabrik ini bisa mulai beroperasi. ”Pabrik baru ini mampu memproduksi rayon fiber sebesar 80.000 ton per tahun,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, Sritex sudah mengeluarkan belanja modal sebesar USD104 juta untuk pengembangan produk kain jadi serta garmen. ”80% untuk kain jadi, sisanya 20% ekspansi produksi garmen,” katanya.

Hingga saat ini, Sritex Grup telah memiliki 11 unit pabrik yang memproduksi benang, kain jadi, dan garmen. Pertumbuhan perusahaan selama ini dapat dipertahankan karena fokus menggarap pasar ekspor.

Direktur Industri Tekstil dan Aneka Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Ramon Bangun mengatakan, pabrik rayon milik Sritex ini akan menjadi pabrik rayon ketiga di Indonesia setelah PT Indo Bharat Rayon dan PT Pacific Viscose.

”Dengan adanya pabrik baru ini, industri kita akan lebih bisa dapat yang bagus sehingga ke hilir akan lebih kompetitif. Dampak ke hilir luar biasa,” ujarnya.

Oktiani endarwati
(ftr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
1 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
2 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
4 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
4 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
4 jam yang lalu
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved