Memperkuat dan Memenangkan Argumentasi

Jum'at, 17 April 2015 - 08:50 WIB
Memperkuat dan Memenangkan...
Memperkuat dan Memenangkan Argumentasi
A A A
Berargumentasi atau berdebat dalam keseharian terutama dalam dunia kerja tidak mungkin dihindari. Terlebih ketika Anda harus mempertahankan pendapat yang Anda anggap benar atau sebaliknya mematahkan pendapat orang lain jika Anda yakin bahwa pendapat orang lain itu keliru.

Argumentasi juga perlu diaktifkan pada waktu sesi brainstorming untuk mempertajam ideide yang lahir sehingga dapat dipilih yang terbaik. Namun, kita juga harus bijak karena pada umumnya orang timur mudah tersinggung, jika menerima kritik langsung menuduh sebagai serangan terhadap pribadinya. Juga kematangan dalam berkomunikasi dan pergaulan ikut menentukan apakah seseorang cukup dewasa dalam menerima sanggahan ataupun menyanggah pendapat orang lain.

Bagaimana agar argumentasi Anda bisa diterima lawan bicara? Berikut tips yang diberikan Drake Baer kolumnis pada Business Insider: Pertama, menyadari ketika argumentasi dimulai, faktor emosional akan ikut berperan seperti kecenderungan untuk menang sendiri, menekan orang lain untuk menerima pendapat.

Sehingga tidak semata-mata faktor objektivitas yang timbul ke permukaan. Siapa pandai menguasai atmosfer ruangan ada kecenderungan yang akan memenangkan argumentasi. Kedua, janganmenyerangdan mencoba mematahkan langsung pendapat atau argumentasi orang lain, apa lagi menyerang orangnya.

Anda harus mengakui dan menerima setiap pendapat atau argumentasi yang dikemukakan, dengan mengatakan: ”pendapatbapak/ibusangatbaik, namun izinkan saya untuk menyampaikan dari sudut pandang lain” sehingga lawan bicara Anda tidak merasa diserang langsung. Ketiga, jangan bertanya ”mengapa?” akan tetapi bertanya ”bagaimana caranya?” sebuah argumentasi harus diarahkan menjadi ”action-oriented” bukan sekadar ”knowledge-oriented”.

Keempat, maksud dan tujuan dari berargumentasi adalah untuk kepentingan perusahaan bukan menunjukkan kehebatan si ahli argumentasi, oleh karena itu perlu dinyatakan di muka apa yang menjadi tujuan Anda dengan pendapat dan argumentasi yang akan disampaikan.

Kelima, bertanyalah dengan open-ended question yang mengundang orang menjawab bervariasi, tergantung dari sikon yang sedang mereka hadapi, cara dan kebiasaan berpikir, sehingga Anda dapat memancing sebanyak mungkin jawaban yang dapat diteruskan untuk menjadi sebuah topik diskusi.

Keenam, percaya diri. Anda harus menyampaikan argumentasi Anda dengan percaya diri bahwa Andalah yang paling tahu atas pendapat dan argumentasi Anda. Ketujuh, manfaatkan fotofoto atau gambar untuk memperkuat argumentasi Anda. Ada istilah atau ungkapan picture speaks louder than words.

Anda tidak perlu menjelaskan panjang lebar jika foto atau gambar yang ada perlihatkan telah berbicara dengan sendirinya. Kedelapan, rileks. Jangan terlalu tegang karena itu juga dapat membuat pikiran Anda buntu. Dengan bersikap rileks, bahkan jika mungkin diselipi humor yang sopan, akan membuat peserta lain juga rileks dan suasana menjadi bersahabat, itu akan lebih memudahkan Anda menyampaikan argumentasi dan buah pikiran Anda.

Kedelapan, jangan terburuburu mengejar persetujuan dari peserta rapat atas argumentasi yang Anda sampaikan, karena dapat membuat mereka merasa ditekan dan dipaksa. Namun ketika semuanya sudah cukup jelas dan diterima oleh peserta rapat atau diskusi, Anda dapat meminta konfirmasi persetujuan mereka dengan mengatakan: ”apakah cukup jelas?” atau ”bisa saya mendapat persetujuan bapakbapak dan ibu-ibu atas opini atau pendapat saya?”

Arahkan supaya mereka menjawab dengan jelas dan tegas, mengiyakan persetujuan mereka atas argumentasi Anda. Kesembilan, follow-up. Ketika peserta rapat telah menyatakan persetujuan mereka maka Anda harus mengusahakan dengan meminta komitmen peserta untuk menindaklanjuti apa yang telah Anda sampaikan dan mengonkretkan atau menuangkannya menjadi program atau perencanaan. Kesepuluh, jangan lupa untuk menyampaikan terima kasih atas dukungan peserta rapat atau diskusi terhadap pemikiran, gagasan dan argumentasi Anda.

DR ELIEZER H HARDJO PhD, CM
Ketua Dewan Juri Rekor Bisnis (ReBi) & The Institute of Certified Professional Managers (ICPM)
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Bahlil Beberkan soal...
Bahlil Beberkan soal Rencana Pembentukan Bursa Mineral Indonesia
26 menit yang lalu
Pakar Ingatkan Galon...
Pakar Ingatkan Galon Guna Ulang Jangan Dipakai Lebih dari Setahun
40 menit yang lalu
IHSG Terjun Bebas 4,52%...
IHSG Terjun Bebas 4,52% Sore Ini, Banyak Saham 'Berdarah-darah'
1 jam yang lalu
Satu Seperempat Abad...
Satu Seperempat Abad Menjaga Kepercayaan, Pegadaian Konsisten Hadirkan Layanan Terdepan untuk Negeri
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
1 jam yang lalu
Alam Bumi Sumberdaya...
Alam Bumi Sumberdaya Ekspansi Bisnis ke Singapura
1 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved