Peningkatan Kapasitas Harus Didukung Bahan Baku Lokal

Sabtu, 18 April 2015 - 10:44 WIB
Peningkatan Kapasitas...
Peningkatan Kapasitas Harus Didukung Bahan Baku Lokal
A A A
JAKARTA - Prospek industri makanan dan minuman nasional dinilai sangat positif, ditopang oleh tingginya jumlah penduduk sebagai pasar domestik. Namun, pengembangan industri makanan dan minuman harus didukung oleh ketersediaan bahan baku lokal.

Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan, penyediaan bahan baku lokal harus diperbanyak. Menurutnya, produksi bahan baku dari lokal akan menjamin kelangsungan produksi karena menghindari ketergantungan dari pasokan bahan baku impor dan menguatkan daya saing. ”Artinya, kita harus memperkuat struktur industri makanan minuman,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima KORAN SINDO kemarin.

Selain penguatan bahan baku lokal, hambatan-hambatan lain seperti keterbatasan infrastruktur, kurangnya pasokan energi, dan tingginya suku bunga untuk menambah investasi juga harus segera diselesaikan. Dengan begitu, kapasitas produksi industri makanan dan minuman nasional bisa digenjot. Menurut Saleh, keterbatasan infrastruktur merupakan kendala yang kerap saat perusahaan ingin berekspansi.

Salah satunya, ketika perusahaan ingin memperluas dan mendekatkan pabrik ke lokasi sumber bahan baku. Saleh menambahkan, pengembangan industri olahan ini akan turut mendorong perekonomian di berbagai wilayah di Indonesia, sekaligus mendorong tumbuhnya industri-industri terkait. Oleh karena itu, penguatan industri makanan dan minuman menjadi andalan ketika ingin meningkatkan nilai tambah produk primer hasil pertanian.

”Kita terus mendorong agar mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri di era pasar global dan menjelang berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015. Jika industri kita kuat, maka tidak perlu takut menghadapi MEA. Justru, kita bisa memperluas pasar ekspor,” tandasnya. Chairman Wings Group Eddy William Katuari mengatakan, sebagai pelaku industri, pihaknya berkomitmen terus meningkatkan penggunaan bahan baku lokal.

Dia mencontohkan, untuk produk kopi misalnya, Wings memperoleh pasokan dari sentra kopi di Sumatera dan juga dari Toraja. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi industri makanan dan minuman (termasuk tembakau) terhadap produk domestik bruto (PDB) industri non-migas pada tahun 2014 sebesar 30%. Sedangkan, laju pertumbuhan kumulatif industri makanan dan minuman pada tahun 2014 mencapai 9,54%, meningkat dari tahun 2013 sebesar 4,07%.

Oktiani endarwati
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
6 jam yang lalu
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
7 jam yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
8 jam yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
8 jam yang lalu
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
8 jam yang lalu
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
9 jam yang lalu
Infografis
5 Manfaat Salat Tarawih...
5 Manfaat Salat Tarawih bagi Kesehatan yang Harus Diketahui
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved