Ini Kata JK Soal Mayoritas Saham di BEI Turun
Kamis, 30 April 2015 - 12:02 WIB
Ini Kata JK Soal Mayoritas Saham di BEI Turun
A
A
A
JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan, mayoritas melemahnya saham emiten yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) di zona merah atau turun, akibat ekonomi dunia, dan kondisi regional yang melemah serta harga komoditi yang menurun.
Menurutnya, keadaan tersebut menyebabkan perusahaan-perusahaan tersebut keuntungannya menurun dan kinerja penjualannya melemah.
"Penurunan itu, bukan terjadi di emiten saja, tapi di perusahaan lain juga yang tidak termasuk Tbk. Kami selalu menjaga dan menunggu bagaimana dia bisa rebound lagi," ujar JK di Jakarta, Kamis (30/4/2015).
Lalu, kata JK, akan dilakukan percepatan insentif untuk fiskal. Di antaranya poin yang bisa dibuat dengan membuka lebih mudah investasi dari luar, sehingga dana yang masuk lebih banyak.
Namun demikian, dalam kondisi tersebut, kondisi ini bersifat universal. Secara umum ekonomi dunia memang melemah dan berdampak bukan hanya ke emiten Indonesia tapi juga ke negara lain.
"Kita lihat di akhir tahun. Tapi saya katakan seluruh ekonomi dunia, bukan hanya Indonesia, regional juga memang sedang melemah. Ini masalah universal. Tidak ada satu negara pun yang sanggup lebih tinggi lagi. Bahkan Jepang, China, Singapura, Malaysia menurun juga. Kita lumayan malah, bisa tumbuh lebih dari 5%," pungkas dia.
Menurutnya, keadaan tersebut menyebabkan perusahaan-perusahaan tersebut keuntungannya menurun dan kinerja penjualannya melemah.
"Penurunan itu, bukan terjadi di emiten saja, tapi di perusahaan lain juga yang tidak termasuk Tbk. Kami selalu menjaga dan menunggu bagaimana dia bisa rebound lagi," ujar JK di Jakarta, Kamis (30/4/2015).
Lalu, kata JK, akan dilakukan percepatan insentif untuk fiskal. Di antaranya poin yang bisa dibuat dengan membuka lebih mudah investasi dari luar, sehingga dana yang masuk lebih banyak.
Namun demikian, dalam kondisi tersebut, kondisi ini bersifat universal. Secara umum ekonomi dunia memang melemah dan berdampak bukan hanya ke emiten Indonesia tapi juga ke negara lain.
"Kita lihat di akhir tahun. Tapi saya katakan seluruh ekonomi dunia, bukan hanya Indonesia, regional juga memang sedang melemah. Ini masalah universal. Tidak ada satu negara pun yang sanggup lebih tinggi lagi. Bahkan Jepang, China, Singapura, Malaysia menurun juga. Kita lumayan malah, bisa tumbuh lebih dari 5%," pungkas dia.
(izz)
Lihat Juga :