Indef: Sebaiknya Jokowi Reshuffle Menteri Ekonomi

Rabu, 06 Mei 2015 - 11:42 WIB
Indef: Sebaiknya Jokowi...
Indef: Sebaiknya Jokowi Reshuffle Menteri Ekonomi
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finances (Indef) Enny Sri Hartati meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) me-reshuffle menteri ekonomi, lantaran pertumbuhan ekonomi kuartal I/2015 melambat atau hanya tumbuh 4,7%.

"Pak Jokowi memiliki kewenangan untuk melakukan reshuffle. Ini karena melihat dari realisasi pertumbuhan ekonomi kita, karena pencapaiannya justru anjlok bukan melambat lagi," kata dia saat di kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Jakarta, Rabu (6/5/2015).

Enny menjelaskan, ada beberapa faktor penyebab melambatnya ekonomi Indonesia. Tidak saja berasal dari eksternal seperti pelemahan ekonomi dunia (global), namun juga karena penyerapan belanja pemerintah yang kurang maksimal.

"Pemerintah terlalu mencampuri daya beli masyarakat. Kalau saja pemerintah enggak mengganggu daya beli masyarakat, maka baseline pertumbuhan ekonomi kita masih bisa di angka 5%. Kalau sampai 4,71% saja, artinya ada kebijakan ekonomi pemerintah yang mendistorsi," imbuhnya.

Dia terkesan menyalahkan tim ekonomi Jokowi-JK yang tidak mampu memaksimalkan tugasnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. "Jika mereka (tim ekonomi) nya cakap, dan terampil dalam bekerja, ekonomi kita bisa tumbuh 5%. Jadi kalau enggak cakap, ya mau tidak mau harus di reshuffle," jelasnya.

Meski menggembar gemborkan reshuffle, namun Enny enggan menyebut nama-nama menteri ekonomi yang seharusnya masuk calon di reshuffle. "Ya kalau soal itu kan urusan Pak Jokowi," ucap dia.

Tim ekonomi Indonesia di Kabinet Kerja, menurut dia, pasti mengetahui bakal terjadi perlambatan serapan belanja pemerintah karena ada pelemahan ekonomi dunia. Seharusnya, pemerintah perlu mengelola perekonomian secara sungguh-sungguh untuk memacu pertumbuhan ekonomi.

"Tapi kebijakan tim ekonomi justru menyebabkan daya beli masyarakat jatuh, dengan kalkulasi tidak prudent," papar Enny.

Misalnya, karena berambisi mendapatkan ruang fiskal lebih besar, pemerintah terus mengambil kebijakan penyesuaian harga yang berkaitan dengan daya beli masyarakat seperti kenaikan harga BBM atau penyesuaian setiap satu bulan sekali.

Selain itu, kenaikan tarif dasar listrik selama tiga tahun berturut-turut termasuk untuk golongan industri yang sangat tinggi untuk tahun ini, padahal masih kuartal I.

"Kondisi ini dibiarkan, maka wajar bila kinerja perusahaan tekstil dan lainnya sangat bergantung dengan listrik langsung mencatatkan kinerja buruk. Harusnya pemerintah bisa melakukan penyeimbangan, dengan memikirkan setiap kebijakan ekonomi supaya punya desain komprehensif. Jangan ambisi saja dong untuk mendpatkan ruang fiskal," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jokowi Akui Pertumbuhan...
Jokowi Akui Pertumbuhan Ekonomi Akan Terkoreksi Tajam di Depan DPR
Jokowi Banggakan Papua,...
Jokowi Banggakan Papua, Pertumbuhan Ekonominya Tertinggi se-Indonesia
Inflasi 2,84% dan Ekonomi...
Inflasi 2,84% dan Ekonomi Tumbuh 5,1%, Jokowi: Segar Sekali
Kang Emil, Pak Jokowi...
Kang Emil, Pak Jokowi Mewanti-wanti Pertumbuhan Ekonomi
Jokowi Sebut Semua Negara...
Jokowi Sebut Semua Negara Berebut Mendapatkan Investasi
Jokowi: Kita Harus Mampu...
Jokowi: Kita Harus Mampu Menahan Agar Pertumbuhan Ekonomi Tak Minus
Berita Terkini
GAPKI: Pengawasan Ekspor...
GAPKI: Pengawasan Ekspor Sawit Sudah Ketat, Kuncinya Penegakan Hukum
13 menit yang lalu
Jangan Lewatkan! Spesial...
Jangan Lewatkan! Spesial Akhir Pekan di Alfamidi, Banyak Bonus Menanti
1 jam yang lalu
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
2 jam yang lalu
Investasi Tepat Sasaran,...
Investasi Tepat Sasaran, Pertamina NRE Raup Dividen dari CREC Filipina
3 jam yang lalu
Purbaya soal Anggaran...
Purbaya soal Anggaran MBG: Saya Maunya Nol, Tapi Nggak Bisa Kan
3 jam yang lalu
BSSN, ABI dan PINTU...
BSSN, ABI dan PINTU Perkuat Sinergi Jamin Keamanan Transaksi Digital
5 jam yang lalu
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved