Menkeu: Ekonomi Melambat Sejak 2012

Rabu, 06 Mei 2015 - 14:44 WIB
Menkeu: Ekonomi Melambat...
Menkeu: Ekonomi Melambat Sejak 2012
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia telah dimulai sejak 2012. Kala itu, ekonomi Indonesia turun dari 6,5% menjadi 6,2%.

Dia menjelaskan, perlambatan pertumbuhan ekonomi tersebut berlanjut pada tahun-tahun berikutnya, di mana pada 2013 ekonomi Indonesia hanya tumbuh 5,8%, dan pada 2014 di angka 5%.

"Pokoknya begini, ekonomi kita masih tumbuh 4,7% harus dilihat dengan angle yang positif," ucapnya di Istana Negara, Jakarta, Rabu (6/5/2015).

Menurutnya, perlambatan tersebut terjadi seiring menurunnya harga komoditas primer. Sebab, hingga saat ini ekspor Indonesia masih tergantung pada komoditas primer, dan ekonomoi termasuk konsumsinya terpengaruh pada kondisi komoditas primer tersebut.

"Seiring penurunan komoditas primer, neraca transaksi berjalan kita deifist. Jadi 2015 ini untuk menahan pelambatan dan membalikkan pola pertumbuhan kita, pemerintah tentunya mempercepat pengeluaran pemerintah khususnya belanja infrastruktur baik di kementerian maupun di BUMN," imbuh dia.

Menurutnya, hal tersebut menjadi cara untuk mendongkrak pertumbuhan selain dengan menjaga konsumsi, menjaga angka inflasi, serta menarik investasi masuk ke Indonesia.

Bambang menjelaskan, sejauh ini pemerintah masih mengupayakan agar pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2015 dapat mencapai target 5,7%. Pihaknya tidak akan menyerah dengan keadaan saat ini, kendati tetap harus bersikap realistis melihat kondisi global.

"Karena yang terjadi sekarang di kuartal I banyak negara yang pertumbuhan di bawah perkiraan mereka sendiri. Ini hal global yang kita antisipasi dengan kegiatan di infrastruktur," terangnya.

Mantan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) ini pun berjanji untuk menjaga agar perlambatan pertumbuhan ekonomi ini, tidak sampai merembet ke pemutusan hubungan kerja (PHK) dan tingginya tingkat pengangguran.

"Tentunya kita tangani itu di sektor riil, supaya pelambatan ini tidak sampai harus ciptakan PHK," tandas Menkeu.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Prospek Bisnis Seiring...
Prospek Bisnis Seiring Pertumbuhan Ekonomi RI
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
5 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
6 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
6 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
7 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
7 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
8 jam yang lalu
Infografis
Penampakan Cumi-cumi...
Penampakan Cumi-cumi Raksasa Pertama Kalinya Sejak 100 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved