Dirut BRI Beberkan Skenario Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global
Senin, 23 Januari 2023 - 08:00 WIB
Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan skenario menghadapi tantangan ketidakpastian global. FOTO/dok.BRI
JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI memetakan skenario tantangan ekonomi global yang berpengaruh terhadap industri perbankan di Tanah Air. Langkah tersebut sejalan dengan ajakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk tetap optimistis menghadapi kondisi perekonomian tahun ini yang penuh ketidakpastian.
"Selanjutnya, masih terjadinya tensi geopolitik yang tinggi terutama akibat ketegangan dan perang di Rusia dan Ukraina. Juga antara China-Taiwan yang mendorong disrupsi di rantai pasok, saya kira ini juga sangat challenging," kata Direktur Utama BRI Sunarso dalam keterangan resmi, Senin (23/1/2023).
Baca Juga: BRImo Catat 23,85 Juta Pengguna, Transformasi Digital Jadi Kunci Sukses BRI
Dia mengungkapkan sejumlah tantangan tersebut, di antaranya resesi yang akan memukul ekonomi Amerika Serikat (AS) dan diperkirakan terjadi pada semester II/2023. Hal tersebut dinilai akan mengganggu laju pertumbuhan ekonomi global secara agregat.
Tantangan berikutnya adalah tekanan inflasi global yang masih tinggi dengan respon utama dari bank sentral setiap negara adalah menaikkan suku bunga. Di Indonesia, kata Sunarso, penurunan subsidi BBM akan berdampak pada kenaikan inflasi sampai tahun ini sehingga mendorong penaikan biaya produksi, penurunan pendapatan riil masyarakat, hingga berpotensi mengurangi tabungan masyarakat di bank.
Terakhir adalah kasus Covid-19 di China yang kembali meningkat. Hal itu pasti akan mengganggu secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi secara global karena China adalah negara Super Power selain Amerika Serikat.
"Selanjutnya, masih terjadinya tensi geopolitik yang tinggi terutama akibat ketegangan dan perang di Rusia dan Ukraina. Juga antara China-Taiwan yang mendorong disrupsi di rantai pasok, saya kira ini juga sangat challenging," kata Direktur Utama BRI Sunarso dalam keterangan resmi, Senin (23/1/2023).
Baca Juga: BRImo Catat 23,85 Juta Pengguna, Transformasi Digital Jadi Kunci Sukses BRI
Dia mengungkapkan sejumlah tantangan tersebut, di antaranya resesi yang akan memukul ekonomi Amerika Serikat (AS) dan diperkirakan terjadi pada semester II/2023. Hal tersebut dinilai akan mengganggu laju pertumbuhan ekonomi global secara agregat.
Tantangan berikutnya adalah tekanan inflasi global yang masih tinggi dengan respon utama dari bank sentral setiap negara adalah menaikkan suku bunga. Di Indonesia, kata Sunarso, penurunan subsidi BBM akan berdampak pada kenaikan inflasi sampai tahun ini sehingga mendorong penaikan biaya produksi, penurunan pendapatan riil masyarakat, hingga berpotensi mengurangi tabungan masyarakat di bank.
Terakhir adalah kasus Covid-19 di China yang kembali meningkat. Hal itu pasti akan mengganggu secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi secara global karena China adalah negara Super Power selain Amerika Serikat.
Lihat Juga :