Bos BI: Bunga Kredit Mulai Turun, tapi Tipis Pak!

Rabu, 19 Agustus 2020 - 17:04 WIB
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memastikan ditahannya suku bunga pasar uang ini (BI 7 Days Reverse Repo Rate) menyeret penurunan biaya dana (cost of fund) di industri perbankan. Dengan demikian, maka ruang penurunan bunga bank akan terus berlanjut.

"Longgarnya likuiditas serta penurunan suku bunga berkontribusi menurunkan suku bunga perbankan dan imbal hasil (yield) SBN (surat berharga negara)," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam telekonferensi hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) di Jakarta, Rabu (19/8/2020).



Perry mengungkapkan, rata-rata tertimbang suku bunga deposito dan kredit modal kerja pada Juli 2020 menurun dari 5,74% dan 9,48% pada Juni 2020 menjadi 5,63% dan 9,47%. Terlihat, penurunan bunga kredit tak sebesar bunga deposito alias tipis. Bunga deposito turun sebesar 0,14% sedangkan bunga kredit turun 0,01%

Sementara itu, imbal hasil SBN 10 tahun turun 38 bps pada Juli 2020 dari level Juni 2020 sehingga tercatat 6,83%. Di tengah suku bunga yang menurun, pertumbuhan besaran moneter M1 dan M2 pada Juni 2020 melambat menjadi 8,2% (yoy) dan 8,2% (yoy), dipengaruhi ekonomi yang belum kuat. ( Baca juga:Tak Sesuai Protokol, BPOM Paparkan Temuan Kritis Obat Corona Racikan Unair )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!