Soal Denda Impor Beras Rp294,5 M Diduga Ada Unsur Kesengajaan
Jum'at, 02 Agustus 2024 - 10:11 WIB
Denda impor beras atau demmurage diduga kuat terjadi adanya unsur kesengajaan. FOTO/dok.SINDOnews
JAKARTA - Denda impor beras atau demmurage sebesar Rp294,5 miliar diduga kuat terjadi adanya unsur kesengajaan. Padahal Bulog telah memiliki sistem dan mekanisme impor beras yang sudah berjalan sangat lama.
"Mekanismenya padahal sudah tahunan loh. Besar dugaan ini terjadi keteledoran yang disengaja," ujar Pemerhati Kebijakan Publik Syafril Sjofyan, di Jakarta, Jumat (2/8/2024).
Baca Juga: Megawati Ajak Partai Perindo Tanam 10 Tanaman Pendamping Beras
Syafril heran, Bulog yang telah memiliki sistem dan mekanisme yang berjalan lama masih melakukan kesalahan hingga menyebabkan biaya demurrage atau denda impor beras. Hal tersebut, baginya sangatl janggal dan meninggalkan pertanyaan besar.
"Bulog ini badan yang sudah lama. Jadi kalau ada keteledoran itu antara disengaja atau tidak disengaja," papar Syafril.
Dengan kondisi tersebut, pihaknya meminta, ke depan adanya monitoring ketat dari semua program Bulog-Bapanas pasca mencuatnya kasus demurrage. Syafril berharap, tidak ada lagi permainan dalam setiap program dari Bulog dan Bapanas.
"Mekanismenya padahal sudah tahunan loh. Besar dugaan ini terjadi keteledoran yang disengaja," ujar Pemerhati Kebijakan Publik Syafril Sjofyan, di Jakarta, Jumat (2/8/2024).
Baca Juga: Megawati Ajak Partai Perindo Tanam 10 Tanaman Pendamping Beras
Syafril heran, Bulog yang telah memiliki sistem dan mekanisme yang berjalan lama masih melakukan kesalahan hingga menyebabkan biaya demurrage atau denda impor beras. Hal tersebut, baginya sangatl janggal dan meninggalkan pertanyaan besar.
"Bulog ini badan yang sudah lama. Jadi kalau ada keteledoran itu antara disengaja atau tidak disengaja," papar Syafril.
Dengan kondisi tersebut, pihaknya meminta, ke depan adanya monitoring ketat dari semua program Bulog-Bapanas pasca mencuatnya kasus demurrage. Syafril berharap, tidak ada lagi permainan dalam setiap program dari Bulog dan Bapanas.
Lihat Juga :