Musk Paling Boncos dari 10 Orang Terkaya Dunia, Tahun Ini Rugi Rp2.025 Triliun
Jum'at, 11 April 2025 - 21:31 WIB
Kekayaan bersih Elon Musk anjlok lebih dari USD121 miliar atau setara Rp2.025 triliun pada sepanjang tahun 2025, terutama karena penurunan tajam nilai saham Tesla. Foto/Dok
JAKARTA - Kekayaan bersih Elon Musk anjlok lebih dari USD121 miliar atau setara Rp2.025 triliun (dengan kurs Rp16.738 per USD) pada sepanjang tahun 2025, terutama karena penurunan tajam nilai saham Tesla di tengah kekhawatiran investor dan volatilitas pasar. Terlepas dari kerugian yang signifikan ini, Musk tetap menjadi orang terkaya di dunia .
Menurut Bloomberg Billionaires Index, Musk merupakan satu-satunya individu di antara 10 orang terkaya di dunia yang mengalami kerugian paling besar dalam kekayaan bersihnya.Miliarder lain dalam daftar 10 terkaya dunia seperti Jeff Bezos, Mark Zuckerberg, Bill Gates jugamengalami kerugian masing-masing sebesar USD36,5 miliar (Rp610,9 triliun), USD13,9 miliar dan USD2,57 miliar.
Baca Juga: Miliarder Amerika Ramai-ramai Kecam Tarif Trump, Siapa Saja?
Pada penutupan bursa saham pada 10 April 2025, kekayaan bersihnya mencapai USD311 miliar. Penyusutan kekayaan Musk terutama dikaitkan dengan penurunan tajam nilai saham Tesla, yang dipengaruhi oleh kekhawatiran investor atas kinerja perusahaan dan volatilitas pasar.
Menurut Bloomberg Billionaires Index, Musk merupakan satu-satunya individu di antara 10 orang terkaya di dunia yang mengalami kerugian paling besar dalam kekayaan bersihnya.Miliarder lain dalam daftar 10 terkaya dunia seperti Jeff Bezos, Mark Zuckerberg, Bill Gates jugamengalami kerugian masing-masing sebesar USD36,5 miliar (Rp610,9 triliun), USD13,9 miliar dan USD2,57 miliar.
Baca Juga: Miliarder Amerika Ramai-ramai Kecam Tarif Trump, Siapa Saja?
Pada penutupan bursa saham pada 10 April 2025, kekayaan bersihnya mencapai USD311 miliar. Penyusutan kekayaan Musk terutama dikaitkan dengan penurunan tajam nilai saham Tesla, yang dipengaruhi oleh kekhawatiran investor atas kinerja perusahaan dan volatilitas pasar.
Lihat Juga :