SIG Tebar Dividen Rp648,75 Miliar, Setara 90,13% dari Laba Bersih
Sabtu, 24 Mei 2025 - 16:55 WIB
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) memutuskan membagikan dividen 90,13% dari total laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp648,75 miliar dari laba bersih tahun buku 2024 sebesar Rp719,76 miliar. Keputusan ini disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025 yang digelar di Jakarta, Jumat (24/5).
Jumlah tersebut setara dengan 90,13% dari total laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Sementara, sisanya sebesar Rp71,02 miliar atau 9,87% ditetapkan sebagai cadangan lainnya.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengatakan bahwa pembagian dividen ini merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk terus memberikan nilai optimal kepada pemegang saham, meski industri semen nasional masih menghadapi tantangan berat.
"Tantangan datang dari kondisi kelebihan pasokan, ketatnya persaingan dan melemahnya daya beli masyarakat. Namun, SIG berhasil mempertahankan kinerja dengan strategi micro-market dan efisiensi operasional," ujar Vita.
Baca Juga: Jadi Tol Pertama di Sumatra Barat, SIG Pasok Semen Khusus Proyek Tol Padang–Sicincin
SIG mencatat, pangsa pasar sebesar 48,2% hingga akhir 2024. Perusahaan mempertahankan dominasi baik di pasar ritel maupun proyek infrastruktur sekaligus memperkuat aspek keberlanjutan bisnisnya. "Pembagian dividen dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kondisi keuangan, proyeksi industri, dan kebutuhan pendanaan jangka panjang," kata Vita.
Dalam RUPST tersebut, SIG juga mendapatkan persetujuan untuk membuka lini usaha baru, yaitu solusi bata interlock presisi, sebagai diversifikasi produk turunan dari semen hijau. Produk ini lebih efisien, cepat dibangun, tahan gempa, dan rendah emisi karbon.
Produk bata interlock tersebut diharapkan dapat mendukung program pembangunan 3 juta rumah dan sekaligus menjadi stimulus pemulihan sektor bahan bangunan nasional.
"Lini usaha baru ini telah melalui studi kelayakan yang dilakukan oleh penilai independen dan dinyatakan layak secara bisnis," tambah Vita.
Jumlah tersebut setara dengan 90,13% dari total laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Sementara, sisanya sebesar Rp71,02 miliar atau 9,87% ditetapkan sebagai cadangan lainnya.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengatakan bahwa pembagian dividen ini merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk terus memberikan nilai optimal kepada pemegang saham, meski industri semen nasional masih menghadapi tantangan berat.
"Tantangan datang dari kondisi kelebihan pasokan, ketatnya persaingan dan melemahnya daya beli masyarakat. Namun, SIG berhasil mempertahankan kinerja dengan strategi micro-market dan efisiensi operasional," ujar Vita.
Baca Juga: Jadi Tol Pertama di Sumatra Barat, SIG Pasok Semen Khusus Proyek Tol Padang–Sicincin
SIG mencatat, pangsa pasar sebesar 48,2% hingga akhir 2024. Perusahaan mempertahankan dominasi baik di pasar ritel maupun proyek infrastruktur sekaligus memperkuat aspek keberlanjutan bisnisnya. "Pembagian dividen dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kondisi keuangan, proyeksi industri, dan kebutuhan pendanaan jangka panjang," kata Vita.
Dalam RUPST tersebut, SIG juga mendapatkan persetujuan untuk membuka lini usaha baru, yaitu solusi bata interlock presisi, sebagai diversifikasi produk turunan dari semen hijau. Produk ini lebih efisien, cepat dibangun, tahan gempa, dan rendah emisi karbon.
Produk bata interlock tersebut diharapkan dapat mendukung program pembangunan 3 juta rumah dan sekaligus menjadi stimulus pemulihan sektor bahan bangunan nasional.
"Lini usaha baru ini telah melalui studi kelayakan yang dilakukan oleh penilai independen dan dinyatakan layak secara bisnis," tambah Vita.
Lihat Juga :