Bocor 46 Nama Konglomerat Pembeli Patriot Bond Keluaran BPI Danantara, Asli?

Kamis, 02 Oktober 2025 - 13:13 WIB
Beredar di media sosial, nama-nama konglomerat RI yang dikabarkan menjadi pembeli Patriot Bonds yang diluncurkan Danantara dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp51,75 triliun. Foto/Dok
JAKARTA - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara berencana meluncurkan Patriot Bond dengan target dana Rp50 triliun. Belakangan beredar beberapa nama konglomerat RI yang dikabarkan menjadi pembeli Patriot Bonds yang diluncurkan Danantara dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp51,75 triliun.

Berdasarkan informasi yang diperoleh orang-orang terkaya di Indonesia seperti Budi Hartono, Antony Salim, Prajogo Pangestu, Sugianto Kusuma, Franky Widjaja, Boy Thohir, Edwin Soeryadjaya, Dato Sri Tahir dan James Riyadi masuk dalam daftar tersebut.



Dalam dokumen yang beredar tertanggal 19 September 2025 pukul 13.00 WIB itu, tercatat total komitmen sebesar Rp51,75 triliun yang berasal dari 46 konglomerat.

Baca Juga: Kantongi Patriot Bond Rp50 Triliun, Danantara Tender Proyek Pengelola Sampah Oktober Ini

Sejumlah konglomerat Indonesia mengambil posisi jumbo, yakni senilai Rp3 triliun. Mereka antara lain Antony Salim (Salim & DCI), Prajogo Pangestu (Barito), Sugianto Kusuma (Agung Sedayu & Erajaya), Franky Widjaja (Sinar Mas), Boy Thohir dan Edwin Soeryadjaya (Adaro & Saratoga), Budi Hartono (Djarum), serta Low Tuck Kwong (Bayan Resources).

Selain nama-nama tersebut, ada pula sejumlah konglomerat yang masuk dengan porsi menengah. James Riady (Lippo) berkomitmen Rp1,5 triliun, Hilmi Panigoro (Amman Mineral) Rp1,5 triliun, Gunawan Lim (Harita) Rp1,5 triliun, dan Eddy Sariaatmadja (Emtek Group) Rp1,5 triliun.

Beberapa nama lain juga muncul dengan kontribusi yang lebih kecil, seperti Arif Rachmat (Triputra) dengan Rp750 miliar, Alexander Tedja (Pakuwon) Rp1,1 triliun, William Katuari (Wings) Rp1,1 triliun, hingga Martua Sitorus (KPN) dengan Rp1 triliun.

Dijelaskan oleh Danantara bahwa skema penerbitan obligasi ini disiapkan dalam bentuk private placement dan tidak untuk ditawarkan bagi publik. Partisipasinya juga sepenuhnya bersifat sukarela (voluntary). Danantara berkomitmen menjalankan mandat sebagai pengelola investasi negara dengan penuh kehati-hatian, transparansi, dan tata kelola yang kuat.

Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara Rosan Roeslani sebelumnya mengatakan, sejumlah pebisnis kakap sudah minat untuk ikut memborong Patriot Bonds. Beberapa konglomerat yang sudah menyatakan ketertarikan adalah Prajogo Pangestu dan pemilik konglomerasi Djarum.

“Semua ikut berpartisipasi,” kata Rosan di Istana Merdeka Jakarta pada awal bulan ini.

Danantara sebelumnya mengumumkan bakal meluncurkan Patriot Bond. Pengumpulan dana nantinya akan dialokasikan untuk beberapa proyek strategis, salah satunya adalah pengelolaan sampah atau waste management. Lewat Patriot Bonds, Danantara disebut akan menghimpun dana hingga USD3,1 miliar atau sekitar Rp 50 triliun.

Penerbitan obligasi patriotik ini menawarkan imbal hasil di bawah tingkat pasar dan penjualan obligasi ini akan dikelola oleh Mandiri Sekuritas. Program bertajuk Patriot Bonds: A Love Letter for Indonesia’s Future akan melibatkan puluhan konglomerat Tanah Air.

BPI Danantara menyebut, instrumen ini akan diterbitkan melalui skema private placement senilai puluhan triliun rupiah kepada para pebisnis terkemuka.

Kantongi Peringkat AAA dari Fitch

PT Danantara Investment Management mendapatkan peringkat AAA (idn) dari Fitch Ratings Indonesia. Peringkat utang ini diperoleh ditengah rencana lembaga ini menerbitkan Patriot Bond senilai Rp 50 triliun. Peringkat AAA merupakan yang tertinggi dari sebelas peringkat yang diurutkan oleh Fitch Ratings.

Baca Juga: Danantara: Orange Bonds PNM Rp16 Triliun Upaya Bangun Sistem Keuangan Inklusif

Lembaga ini merupakan lembaga pemeringkat kredit internasional yang memberikan opini prospektif mengenai kemampuan entitas, baik perusahaan ataupun pemerintahan, dalam memenuhi komitmen keuangan. Fitch pun masuk dalam tiga besar lembaga pemeringkat internasional bersama Moody's dan S&P.

Adapun peringkat yang diberikan lembaga-lembaga tersebut akan membantu investor membuat keputusan investasi yang lebih baik. Berdasarkan dokumen yang diunggah Danantara Indonesia melalui laman Linkedin resminya, peringkat AAA diperoleh usai tim Fitch melontarkan berbagai pertanyaan untuk menguji para bos tertinggi Danantara.

"Kami adalah entitas yang baru beroperasi, bahkan belum berusia satu tahun. Kami belum memiliki rekam jejak investasi sebelumnya. Obligasi patriotik senilai Rp50 triliun ini akan menjadi obligasi pertama yang kami terbitkan," demikian pernyataan manajemen Danantara dalam dokumen resminya.

Daftar Pembeli TerbesarPatriot Bond Keluaran BPI Danantara

1. Antony Salim (Salim & DCI),

2. Prajogo Pangestu (Barito),

3. Sugianto Kusuma (Agung Sedayu & Erajaya),

4. Franky Widjaja (Sinar Mas),

5. Boy Thohir & Edwin Soeryadjaya (Adaro & Saratoga),

6. Budi Hartono (Djarum), dan

7. Low Tuck Kwong (Bayan Resources).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!