Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Dinilai Tak Mendesak, Hanya Keinginan Bukan Kebutuhan

Selasa, 11 November 2025 - 08:35 WIB
Pengamat transportasi menilai bahwa proyek cepat Jakarta-Surabaya bukan merupakan kebutuhan mendesak bagi sistem transportasi nasional. Foto/Dok
JAKARTA - Pengamat transportasi Unika Soegijapranata sekaligus Ketua Umum Pemberdayaan dan Penguatan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno menilai bahwa proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya bukan merupakan kebutuhan mendesak bagi sistem transportasi nasional.Ia menyebut proyek tersebut lebih mencerminkan keinginan daripada solusi atas persoalan utama transportasi di Pulau Jawa.

"Kereta cepat hingga Surabaya adalah sebuah keinginan, padahal yang kita butuhkan di Pulau Jawa adalah pondasi transportasi yang kuat dan merata," ungkapnya dalam keterangan tertulis.



Menurutnya, yang seharusnya menjadi prioritas pemerintah adalah pembangunan pondasi transportasi yang menyentuh kebutuhan masyarakat sehari-hari.Hal itu meliputi penguatan transportasi umum di perkotaan dan pedesaan, reaktivasi jalur rel yang selama ini tidak beroperasi, optimalisasi layanan angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP), serta pemerataan akses jalan hingga ke pelosok desa.

Djoko menegaskan bahwa konektivitas antar kota di Pulau Jawa saat ini sudah cukup memadai berkat keberadaan Tol Trans Jawa dan jalur rel ganda. Namun, persoalan yang mendesak justru berada pada integrasi transportasi di kawasan perkotaan, perdesaan, dan permukiman yang belum terselesaikan.

Baca Juga: Prabowo Beri Tugas Khusus ke AHY: Bangun Kereta Cepat Jakarta-Surabaya

"Oleh karena itu, percepatan pembenahan transportasi umum menjadi sangat mendesak," tegasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!