Pasar Modal Indonesia Diguncang Krisis Kredibilitas, Bos OJK dan BEI Mundur Jamaah

Jum'at, 30 Januari 2026 - 21:12 WIB
Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar dan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon, Inarno Djajad dalam konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (30/1/2026). Foto/Aldhi Chandra Setiawan
JAKARTA - Dunia pasar modal Indonesia diguncang pengunduran diri massal para pemegang otoritas tertinggi pada Jumat (30/1/2026). Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ), Mahendra Siregar , Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Inarno Djajadi, dan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman secara mengejutkan meletakkan jabatan mereka sebagai bentuk tanggung jawab moral atas gejolak pasar yang terjadi.

Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat menilai fenomena mundurnya "tiga penjaga mercusuar" ekonomi ini sebagai sinyal bahaya bagi kepercayaan investor. Menurutnya, ini bukan lagi sekadar fluktuasi harga saham, melainkan krisis kredibilitas tata kelola.



Baca Juga: Setelah Dirut BEI, Ketua OJK Mahendra Siregar dan Inarno Kompak Mundur



"Bagi saya, rangkaian ini bukan sekadar pergantian kursi. Ini sinyal bahwa kepercayaan keuangan Indonesia sedang mundur. Bukan karena kita pasti kolaps, tetapi karena pasar sedang membaca adanya gangguan serius pada kredibilitas tata kelola dan kemampuan respons institusi," tegas Achmad Nur Hidayat dalam keterangannya, Jumat (30/1/2026).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!