Minyak Jelantah Buangan Dapur MBG Bakal Diolah Pertamina, Capai 6 Juta Liter di Pulau Jawa
Jum'at, 08 Mei 2026 - 20:41 WIB
Badan Gizi Nasional (BGN) dan PT Pertamina (Persero) menggarap kerja sama pengolahan minyak jelantah hasil operasional ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah. Foto/Dok
JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) dan PT Pertamina (Persero) menggarap kerja sama pengolahan minyak jelantah hasil operasional ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi ( SPPG ) di berbagai daerah. Kerja sama ini digadang-gadang membuka peluang besar dalam mendukung pengembangan energi hijau dan ekonomi sirkular nasional.
Kepala BGN, Dadan Hindayana menekankan, soal setiap SPPG rata-rata menggunakan sekitar 800 liter minyak goreng setiap bulan dan sebagian besar akan berubah menjadi minyak jelantah. Sehingga, kerja sama yang disepakati dengan Pertamina pada Kamis (7/5) kemarin, bakal menjadi dobrakan besar dalam pemanfaatan 'limbah' minyak ini.
“Dan yang di luar dugaan bagi saya, setiap SPPG ini menggunakan kurang lebih 800 liter minyak goreng setiap bulan. Di mana 70%-nya akan berakhir menjadi minyak jelantah,” ujar Dadan dalam keterangan resmi, Jumat (8/5/2026).
Baca Juga: Anggaran MBG Rp249 Triliun Sudah Cair, Perputaran Dana di Jabar Capai Rp6 Triliun per Bulan
Kepala BGN, Dadan Hindayana menekankan, soal setiap SPPG rata-rata menggunakan sekitar 800 liter minyak goreng setiap bulan dan sebagian besar akan berubah menjadi minyak jelantah. Sehingga, kerja sama yang disepakati dengan Pertamina pada Kamis (7/5) kemarin, bakal menjadi dobrakan besar dalam pemanfaatan 'limbah' minyak ini.
“Dan yang di luar dugaan bagi saya, setiap SPPG ini menggunakan kurang lebih 800 liter minyak goreng setiap bulan. Di mana 70%-nya akan berakhir menjadi minyak jelantah,” ujar Dadan dalam keterangan resmi, Jumat (8/5/2026).
Baca Juga: Anggaran MBG Rp249 Triliun Sudah Cair, Perputaran Dana di Jabar Capai Rp6 Triliun per Bulan
Lihat Juga :