IPOT Edukasi Transformasi AI dan Literasi Finansial ke Generasi Muda eSports
Kamis, 25 Juni 2026 - 13:37 WIB
IPOT menggelar program literasi keuangan bertajuk Generasi Jateng Cerdas Rupiah yang menyasar komunitas eSports dan generasi muda. Foto/Dok
SURAKARTA - Ribuan peserta dan pengunjung memadati De Tjolomadoe Convention Hall, Kabupaten Karanganyar, pada Sabtu (20/6), dalam gelaran Kapolda Jateng Cup 2026, turnamen eSports Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) yang menjadi ajang seleksi menuju Kapolri Cup 2026. Hari ini, Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo resmi membuka Turnamen eSports Kapolda Jateng Cup 2026.
Kompetisi beregu 5 vs 5 Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) yang menerapkan seleksi berjenjang sangat ketat dari tingkat Polres ini menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk menumbuhkan mentalitas juara dan sportivitas menuju eSports Kapolri Cup 2026.
Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo menegaskan Kapolda Jateng Cup E-Sport Competition 2026 merupakan wujud komitmen Polda Jawa Tengah untuk hadir dekat dengan anak muda, khususnya generasi digital, melalui ruang yang positif, kreatif, dan kompetitif. eSports bukan hanya soal permainan, tetapi juga sarana membangun disiplin, kerja sama tim, sportivitas, kemampuan strategi, serta mental juang generasi muda.
Baca Juga: IPOT Relakan Teknologi Kelas Institusinya Dipakai Nasabah Broker Lain
"Melalui kegiatan ini, Polda Jateng ingin mengajak para pelajar dan komunitas eSports untuk menjadi bagian dari gerakan kamtibmas modern, yaitu menggunakan teknologi secara bijak, menjauhi perilaku negatif di ruang digital, serta ikut menjaga persatuan dan keamanan masyarakat. Kami berharap Kapolda Jateng Cup 2026 dapat menjadi momentum lahirnya talenta muda berprestasi yang tidak hanya unggul dalam kompetisi, tetapi juga memiliki karakter, etika, dan kepedulian sosial," ungkapnya.
Di sela penyelenggaraan turnamen yang memperebutkan total hadiah Rp200 juta serta gelar Most Valuable Player (MVP) tersebut, PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) menggelar program literasi keuangan bertajuk "Generasi Jateng Cerdas Rupiah" yang menyasar komunitas eSports dan generasi muda. Inisiatif ini memanfaatkan momentum festival gen-z ini untuk edukasi finansial yang mengubah cara pandang komunitas digital terhadap masa depan keuangan mereka.
IPOT hadir membawa misi besar sebagai AI Transformation Platform for Indonesia dalam turnamen ini. Melalui pendekatan yang sangat relevan dengan dunia gaming, edukasi ini berhasil menjaring minat ratusan anggota komunitas eSports yang hadir di lokasi.
President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The menyoroti adanya irisan besar antara komunitas eSports Mobile Legends dan investor muda (Gen Z & Milenial) yang kini menjadi tulang punggung pasar modal nasional. Namun, di balik lonjakan masif tersebut, terdapat anomali kritis berupa fenomena FOMO (Fear of Missing Out).
Data SNLIK OJK 2025 menunjukkan ketimpangan tajam. Meski inklusi keuangan anak muda (18–25 tahun) melesat hingga 89,96%, literasi finansial mereka baru menyentuh 73,22%. Kesenjangan sebesar 16,74% ini menjadi alarm keras bahwa 1 dari 5 anak muda nekat berinvestasi tanpa paham risiko, yang berujung pada rendahnya keaktifan pasar, dimana hanya 1 dari 14 investor terdaftar yang aktif bertransaksi setiap bulannya.
Ia menegaskan sebagai institusi platform investasi yang lengkap mulai dari reksa dana, obligasi, ETF dan investasi saham yang tepercaya, serta memiliki Dana Kelolaan (AUM) mencapai kisaran Rp312 triliun dan didukung lebih dari satu juta nasabah, IPOT terus memperkuat perannya sebagai pelopor National AI Transformation Platform, platform investasi berbasis AI yang menggabungkan literasi finansial, teknologi, dan edukasi bagi generasi muda.
Melalui keterlibatan di Kapolda Jateng Cup 2026, IPOT mendemokratisasikan fitur AI Trading canggih seperti LADI dan AI Real-Time Cockpit yang dahulu hanya diakses institusi global besar agar dapat digunakan gratis oleh seluruh investor ritel muda Indonesia.
Kompetisi beregu 5 vs 5 Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) yang menerapkan seleksi berjenjang sangat ketat dari tingkat Polres ini menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk menumbuhkan mentalitas juara dan sportivitas menuju eSports Kapolri Cup 2026.
Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo menegaskan Kapolda Jateng Cup E-Sport Competition 2026 merupakan wujud komitmen Polda Jawa Tengah untuk hadir dekat dengan anak muda, khususnya generasi digital, melalui ruang yang positif, kreatif, dan kompetitif. eSports bukan hanya soal permainan, tetapi juga sarana membangun disiplin, kerja sama tim, sportivitas, kemampuan strategi, serta mental juang generasi muda.
Baca Juga: IPOT Relakan Teknologi Kelas Institusinya Dipakai Nasabah Broker Lain
"Melalui kegiatan ini, Polda Jateng ingin mengajak para pelajar dan komunitas eSports untuk menjadi bagian dari gerakan kamtibmas modern, yaitu menggunakan teknologi secara bijak, menjauhi perilaku negatif di ruang digital, serta ikut menjaga persatuan dan keamanan masyarakat. Kami berharap Kapolda Jateng Cup 2026 dapat menjadi momentum lahirnya talenta muda berprestasi yang tidak hanya unggul dalam kompetisi, tetapi juga memiliki karakter, etika, dan kepedulian sosial," ungkapnya.
Di sela penyelenggaraan turnamen yang memperebutkan total hadiah Rp200 juta serta gelar Most Valuable Player (MVP) tersebut, PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) menggelar program literasi keuangan bertajuk "Generasi Jateng Cerdas Rupiah" yang menyasar komunitas eSports dan generasi muda. Inisiatif ini memanfaatkan momentum festival gen-z ini untuk edukasi finansial yang mengubah cara pandang komunitas digital terhadap masa depan keuangan mereka.
IPOT hadir membawa misi besar sebagai AI Transformation Platform for Indonesia dalam turnamen ini. Melalui pendekatan yang sangat relevan dengan dunia gaming, edukasi ini berhasil menjaring minat ratusan anggota komunitas eSports yang hadir di lokasi.
President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The menyoroti adanya irisan besar antara komunitas eSports Mobile Legends dan investor muda (Gen Z & Milenial) yang kini menjadi tulang punggung pasar modal nasional. Namun, di balik lonjakan masif tersebut, terdapat anomali kritis berupa fenomena FOMO (Fear of Missing Out).
Data SNLIK OJK 2025 menunjukkan ketimpangan tajam. Meski inklusi keuangan anak muda (18–25 tahun) melesat hingga 89,96%, literasi finansial mereka baru menyentuh 73,22%. Kesenjangan sebesar 16,74% ini menjadi alarm keras bahwa 1 dari 5 anak muda nekat berinvestasi tanpa paham risiko, yang berujung pada rendahnya keaktifan pasar, dimana hanya 1 dari 14 investor terdaftar yang aktif bertransaksi setiap bulannya.
Ia menegaskan sebagai institusi platform investasi yang lengkap mulai dari reksa dana, obligasi, ETF dan investasi saham yang tepercaya, serta memiliki Dana Kelolaan (AUM) mencapai kisaran Rp312 triliun dan didukung lebih dari satu juta nasabah, IPOT terus memperkuat perannya sebagai pelopor National AI Transformation Platform, platform investasi berbasis AI yang menggabungkan literasi finansial, teknologi, dan edukasi bagi generasi muda.
Melalui keterlibatan di Kapolda Jateng Cup 2026, IPOT mendemokratisasikan fitur AI Trading canggih seperti LADI dan AI Real-Time Cockpit yang dahulu hanya diakses institusi global besar agar dapat digunakan gratis oleh seluruh investor ritel muda Indonesia.
Lihat Juga :