Yes, MIND ID Kini Punya Kuasa di Perusahaan Tambang Nikel Terbesar
Kamis, 08 Oktober 2020 - 11:43 WIB
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyambut baik keberhasilan Mining Industry Indonesia (MIND ID) sebagai holding BUMN industri minerba yang telah menuntaskan transaksi pembelian 20% saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang dimiliki Vale Canada Limited (VCL) dan Sumitomo Metal Mining Co., Ltd. (SMM).
Dalam transaksi yang berlangsung, VCL telah melepas sahamnya sebesar 14,9% dan SMM sebesar 5,1% seharga Rp 2.780 per lembar saham atau senilai total Rp5,52 triliun. Dengan selesainya transaksi ini, kepemilikan saham di INCO berubah menjadi Vale Group 44,34%, MIND ID 20,00%, SMM 15,03%, Sumitomo Corporation 0,14%, dan publik 20,49%. ( Baca juga:Saat Penjualan Eceran di Wilayah Anies Terjungkal, di Kota Risma Malah Naik )
"Dengan transaksi ini, kami berhasil menambah lagi kepemilikan negara di sektor pertambangan," ujar Erick di Jakarta, Kamis (8/10/2020).
Dia melanjutkan, Indonesia merupakan salah satu produsen nikel terbesar di dunia sehingga transaksi saham Vale Indonesia menjadi bagian penting dalam hilirisasi industri pertambangan nasional yang punya peran strategis dalam industri nikel global.
Dalam transaksi yang berlangsung, VCL telah melepas sahamnya sebesar 14,9% dan SMM sebesar 5,1% seharga Rp 2.780 per lembar saham atau senilai total Rp5,52 triliun. Dengan selesainya transaksi ini, kepemilikan saham di INCO berubah menjadi Vale Group 44,34%, MIND ID 20,00%, SMM 15,03%, Sumitomo Corporation 0,14%, dan publik 20,49%. ( Baca juga:Saat Penjualan Eceran di Wilayah Anies Terjungkal, di Kota Risma Malah Naik )
"Dengan transaksi ini, kami berhasil menambah lagi kepemilikan negara di sektor pertambangan," ujar Erick di Jakarta, Kamis (8/10/2020).
Dia melanjutkan, Indonesia merupakan salah satu produsen nikel terbesar di dunia sehingga transaksi saham Vale Indonesia menjadi bagian penting dalam hilirisasi industri pertambangan nasional yang punya peran strategis dalam industri nikel global.
Lihat Juga :