Tahan Suku Bunga, BI Perlu Pertimbangkan Aliran Modal yang Masuk
Selasa, 13 Oktober 2020 - 20:48 WIB
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Keputusan Bank Indonesia yang menahan suku bunga sebesar 4% sudah sesuai perkiraan sejumlah ekonom. Menurut pengamat Ekonomi Piter Abdullah, BI perlu memberikan kesempatan bagi bank untuk menyesuaikan terhadap penurunan suku bunga acuan sebelumnya.
"Inflasi memang saat ini rendah dan tidak ada potensi terjadi lonjakan inflasi hingga akhir tahun," ungkap dia. ( Baca juga:Rupiah Sentuh Level Rp14.793 per USD, BI Sebut Masih Undervalue )
Artinya ada ruang bagi BI untuk menurunkan suku bunga acuan. Tetapi BI harus juga mempertimbangkan aliran modal masuk dan kondisi nilai tukar. Meskipun dalam seminggu ini rupiah cukup mendapat support dan menguat, tetapi potensi pelemahan rupiah masih ada.
"Saya kira BI mempertimbangkan potensi tekanan terhadap rupiah apabila penurunan suku bunga acuan terlalu cepat. Jadi menurut saya sudah tepat," katanya.
"Inflasi memang saat ini rendah dan tidak ada potensi terjadi lonjakan inflasi hingga akhir tahun," ungkap dia. ( Baca juga:Rupiah Sentuh Level Rp14.793 per USD, BI Sebut Masih Undervalue )
Artinya ada ruang bagi BI untuk menurunkan suku bunga acuan. Tetapi BI harus juga mempertimbangkan aliran modal masuk dan kondisi nilai tukar. Meskipun dalam seminggu ini rupiah cukup mendapat support dan menguat, tetapi potensi pelemahan rupiah masih ada.
"Saya kira BI mempertimbangkan potensi tekanan terhadap rupiah apabila penurunan suku bunga acuan terlalu cepat. Jadi menurut saya sudah tepat," katanya.
Lihat Juga :