Duh, Inflasi Bakal Perlambat Pemulihan Ekonomi
Selasa, 01 Desember 2020 - 14:26 WIB
Ilustrasi/Foto/Ist
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan indeks harga konsumen selama November 2020 mencatatkan inflasi sebesar 0,28% dibandingkan bulan sebelumnya (mtm) dan inflasi 1,59% dibandingkan tahun sebelumnya (yoy).
Melihat hal ini, Ekonom Indef Bhima Yudistira mengatakan terjadinya inflasi bakal memperlambat pemulihan ekonomi .
“Efeknya ke pemulihan ekonomi bisa berjalan lambat karena adanya tekanan dari sisi pasokan,” kata Bhima saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Selasa (1/12/2020).
(Baca Juga : Pengumuman: Sah, November Terjadi Inflasi 0,28% )
Selanjutnya, inflasi sebesar 0,28% ini belum bisa dikatakan terjadi kenaikan daya beli yang signifikan.
Hal ini dikarenakan komponen inflasi inti masih rendah yakni 0,06% per November, naik tipis dari Oktober lalu yakni 0,04%.
Melihat hal ini, Ekonom Indef Bhima Yudistira mengatakan terjadinya inflasi bakal memperlambat pemulihan ekonomi .
“Efeknya ke pemulihan ekonomi bisa berjalan lambat karena adanya tekanan dari sisi pasokan,” kata Bhima saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Selasa (1/12/2020).
(Baca Juga : Pengumuman: Sah, November Terjadi Inflasi 0,28% )
Selanjutnya, inflasi sebesar 0,28% ini belum bisa dikatakan terjadi kenaikan daya beli yang signifikan.
Hal ini dikarenakan komponen inflasi inti masih rendah yakni 0,06% per November, naik tipis dari Oktober lalu yakni 0,04%.
Lihat Juga :