Pertamina Gelontorkan Rp44,4 Miliar ke UMKM lewat Pinky Movement
Rabu, 16 Desember 2020 - 19:30 WIB
VP CSR & SMEPP Management Pertamina Arya Dwi Paramita memaparkan Program Kemitraan Pinky Movement dalam webinar UMKM Bangkit Dorong Penggunaan LPG Nonsubsidi di Jakarta, Rabu (16/12/2020). Foto/Ist
JAKARTA - Program Kemitraan Pinky Movement Pertamina hingga pertengahan Desember 2020 ini telah menyalurkan lebih dari Rp44,4 miliar modal usaha bagi ratusan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan outlet LPG.
Pinky Movement merupakan program pinjaman modal usaha yang diberikan kepada UMKM outlet LPG untuk mengembangkan bisnisnya dengan menjual LPG non-subsidi. Selain itu, diberikan pula kepada UMKM pengguna LPG subsidi yang ingin beralih menggunakan LPG non-subsidi.
(Baca Juga: Melalui Program Kemitraan, Pertamina Sasar Kemandirian UMKM)
Selain modal usaha, UMKM binaan juga akan mendapatkan pembinaan berupa pelatihan dan asistensi sertifikasi yang dibutuhkan. Pertamina melakukan pembinaan, mempertemukan mitra binaan dengan ekosistemnya sehingga bisa mandiri dan terus bertumbuh dan berkelanjutan.
"Tujuan pembinaan ini adalah agar pelaku UMKM tersebut dapat meningkatkan kompetensinya, mengembangkan bisnisnya, sehingga bisa naik kelas menjadi UMKM yang tangguh dan mandiri," ungkap VP CSR & SMEPP Management Pertamina Arya Dwi Paramita dalam webinar bertajuk "UMKM Bangkit Dorong Penggunaan LPG Nonsubsidi" di Jakarta, Rabu (16/12/2020).
Sementara itu, Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menjabarkan, penyaluran modal usaha melalui Pinky Movement diberikan kepada 112 UMKM binaan Pertamina dan 425 outlet LPG non-subsidi.
Pinky Movement merupakan program pinjaman modal usaha yang diberikan kepada UMKM outlet LPG untuk mengembangkan bisnisnya dengan menjual LPG non-subsidi. Selain itu, diberikan pula kepada UMKM pengguna LPG subsidi yang ingin beralih menggunakan LPG non-subsidi.
(Baca Juga: Melalui Program Kemitraan, Pertamina Sasar Kemandirian UMKM)
Selain modal usaha, UMKM binaan juga akan mendapatkan pembinaan berupa pelatihan dan asistensi sertifikasi yang dibutuhkan. Pertamina melakukan pembinaan, mempertemukan mitra binaan dengan ekosistemnya sehingga bisa mandiri dan terus bertumbuh dan berkelanjutan.
"Tujuan pembinaan ini adalah agar pelaku UMKM tersebut dapat meningkatkan kompetensinya, mengembangkan bisnisnya, sehingga bisa naik kelas menjadi UMKM yang tangguh dan mandiri," ungkap VP CSR & SMEPP Management Pertamina Arya Dwi Paramita dalam webinar bertajuk "UMKM Bangkit Dorong Penggunaan LPG Nonsubsidi" di Jakarta, Rabu (16/12/2020).
Sementara itu, Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menjabarkan, penyaluran modal usaha melalui Pinky Movement diberikan kepada 112 UMKM binaan Pertamina dan 425 outlet LPG non-subsidi.
Lihat Juga :