Lelang 5G Dibatalkan, Indosat dan Tri Perlu Tinjau Ulang Konsolidasi
Rabu, 27 Januari 2021 - 16:49 WIB
Pembatalan lelang frekuensi 5G oleh Kominfo dinilai akan memengaruhi rencana konsolidasi Indosat dan Tri. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Pembatalan lelang 5G oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dinilai bisa menggangu iklim investasi sektor telekomunikasi . Bahkan, rencana konsolidasi antara PT Indosat Tbk (ISAT) dengan PT Hutchinson 3 Indonesia bisa ditinjau ulang atau malah batal jika tidak menguntungkan kedua belah pihak.
Seperti diketahui, Kementerian Komunikasi dan Informatika mencabut keputusan hasil lelang blok pita frekuensi radio 2,3 GHz pada rentang 2.360-2390 MHz. Frekuensi tersebut direncanakan akan dipakai untuk menggelar jaringan 5G di Indonesia.
Baca Juga: Lelang Frekuensi 5G Dibatalkan, Kepercayaan Investor Bisa Turun
Pengamat telekomunikasi Heru Sutadi menilai bagi kedua operator tersebut, tentu saja konsolidasi merupakan sesuatu yang serius. Namun pascakeputusan Kominfo tersebut, membuat perkembangan terbaru ini akan juga sedikit banyak memengaruhi rencana dan kalkulasi dari kedua operator.
"Rencana yang tadinya mulus bisa jadi ada diskusi kembali. Meski peluang konsolidasi tetap besar tapi pembatalan hasil lelang membuat strategi ke depan berubah," ujar Heru saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Rabu (27/1/2021).
Seperti diketahui, Kementerian Komunikasi dan Informatika mencabut keputusan hasil lelang blok pita frekuensi radio 2,3 GHz pada rentang 2.360-2390 MHz. Frekuensi tersebut direncanakan akan dipakai untuk menggelar jaringan 5G di Indonesia.
Baca Juga: Lelang Frekuensi 5G Dibatalkan, Kepercayaan Investor Bisa Turun
Pengamat telekomunikasi Heru Sutadi menilai bagi kedua operator tersebut, tentu saja konsolidasi merupakan sesuatu yang serius. Namun pascakeputusan Kominfo tersebut, membuat perkembangan terbaru ini akan juga sedikit banyak memengaruhi rencana dan kalkulasi dari kedua operator.
"Rencana yang tadinya mulus bisa jadi ada diskusi kembali. Meski peluang konsolidasi tetap besar tapi pembatalan hasil lelang membuat strategi ke depan berubah," ujar Heru saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Rabu (27/1/2021).
Lihat Juga :