Begini Persiapan RI Bangun Industri Baterai Kendaraan Listrik

Kamis, 04 Maret 2021 - 17:47 WIB
Holding BUMN Baterai Kendaraan Listrik ditargetkan rampung pada Juni 2021. Foto/Dok. SINDOnews
JAKA - Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah menyiapkan Holding BUMN Baterai Kendaraan Listrik secara terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Pengembangan industri baterai kendaraan listrik di Indonesia akan melibatkan empat BUMN, yakni PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) atau MIND ID, PT Aneka Tambang Tbk (Antam), PT Pertamina (Persero), dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).



Baca Juga: Terungkap! Ini Nama Holding BUMN Baterai yang Ditargetkan Berdiri Juni 2021

Antam dan Inalum yang punya cadangan nikel akan berperan menyediakan bijih nikel sebagai bahan baku hulu sampai dengan bahan antara baterai EV. Pertamina akan berperan sebagai manufaktur produk hilir yang meliputi pembuatan cell battery hingga engine storage system (ESS). Sementara PLN sebagai BUMN di bidang listrik dan distribusi listrik akan berperan dalam penyediaan infrastruktur pengisian daya.

Juru Bicara Kementerian BUMN Arya Sinulingga mengatakan, Indonesia memiliki sumber daya nikel terbesar di dunia. Momentum ini tidak boleh dilewatkan lagi seperti minyak dan batu bara yang diekspor secara mentah. Sumber daya nikel yang ada di tanah air harus diolah menjadi barang jadi.

"Sehingga timbullah ide untuk membuat holding. Artinya, share masing-masing perusahaan Antam, Inalum, Pertamina, dan PLN untuk menjadikan perusahaan Electric Vehicle (EV) Battery," ujarnya dalam sebuah diskusi virtual, Kamis (4/3/2021).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!