Begini Jurus Arsjad Rasjid yang Calonkan Diri Jadi Ketum Kadin
Sabtu, 06 Maret 2021 - 14:23 WIB
foto/antara
JAKARTA - Pemilihan Ketua Umum Kadin dalam Musyawarah Nasional (Munas) Kadin pada Mei atau Juni 2021 akan diramaikan oleh Direktur Utama Indika Energy Tbk Arsjad Rasjid. Lulusan Pepperdine University, Malibu California, Amerika Serikat, ini serius dan mantap mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Kadin. Ia bahkan telah menyiapkan jurus baik untuk bertarung maupun nantinya ketika terpilih. ( Baca juga:Pertamina Gas Terus Produksi 'BBM Hijau' )
Arsjad mengaku telah menghubungi anggota Kadin di berbagai daerah, selain menyampaikan keseriusan memimpin Kadin, Arsjad juga menyerap aspirasi yang dikeluhkan oleh mereka. Arsjad juga mendengarkan masukan-masukan dari berbagai asosiasi.
"Kalau ibarat perusahaan, Kadin daerah dan asosiasi adalah pemegang saham. Jadi tugas saya adalah dengerin dulu suara mereka. Daerah yang tahu apa isu lokalnya, asosiasi yang mengerti industrinya. Ini yang harus kita kombinasikan," kata Arsjad dalam keterangan tertulis, Sabtu (6/3).
Dari mendengar aspirasi anggota Kadin di daerah, rata-rata, kata Arsjad, mereka menyampaikan tengah menghadapi tantangan berat karena pandemi. Menurut Arsjad, setiap daerah punya sektor industri atau usaha penopang berbeda, karena itu solusi yang diambil antara satu daerah dengan daerah lain tidak bisa sama.
Arsjad mengaku telah menghubungi anggota Kadin di berbagai daerah, selain menyampaikan keseriusan memimpin Kadin, Arsjad juga menyerap aspirasi yang dikeluhkan oleh mereka. Arsjad juga mendengarkan masukan-masukan dari berbagai asosiasi.
"Kalau ibarat perusahaan, Kadin daerah dan asosiasi adalah pemegang saham. Jadi tugas saya adalah dengerin dulu suara mereka. Daerah yang tahu apa isu lokalnya, asosiasi yang mengerti industrinya. Ini yang harus kita kombinasikan," kata Arsjad dalam keterangan tertulis, Sabtu (6/3).
Dari mendengar aspirasi anggota Kadin di daerah, rata-rata, kata Arsjad, mereka menyampaikan tengah menghadapi tantangan berat karena pandemi. Menurut Arsjad, setiap daerah punya sektor industri atau usaha penopang berbeda, karena itu solusi yang diambil antara satu daerah dengan daerah lain tidak bisa sama.
Lihat Juga :