Sambut Peluang Industri 4.0, MDIS Tawarkan Program Teknologi Robotika
Jum'at, 22 Mei 2020 - 22:23 WIB
Untuk menjawab tantangan akan kebutuhan tenaga kerja terampil di era industri 4.0, MDIS menawarkan program baru di bidang teknologi robotika. Foto/Ist
JAKARTA - Di era revolusi industri keempat, disrupsi adalah tantangan yang tak terhindarkan untuk semua industri. Singkatnya, revolusi industri keempat mengacu kepada bagaimana teknologi seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence- AI)), kendaraan otonom (Autonomous Vehicle - AV), dan Internet of Things (IoT) telah menyatu dengan kehidupan fisik manusia.
Untuk menjawab tantangan akan kebutuhan tenaga kerja terampil di era industri 4.0, Management Development Institute of Singapore (MDIS) menawarkan program baru di bidang teknologi robotika.
MDIS yang merupakan institusi pendidikan nirlaba tertua di Singapura itu menjadi lembaga pendidikan swasta pertama yang memperkenalkan program baru Sarjana Teknik (Hons) Teknologi Robotika.
Kepala MDIS School of Engineering Dr Tham Yieng Wei, mengatakan disrupsi tidak bisa dihindari, dan pengetahuan tidak bisa diganggu gugat. Menggandeng Universitas Plymouth, Inggris, program teknologi robotika dirancang dengan cermat dan terstruktur dengan baik untuk memastikan peserta didik bergerak secara bertahap dari pendekatan berbasis pengajaran dalam dua tahun pertama ke pendekatan berbasis proyek di tahun terakhir.
Untuk menjawab tantangan akan kebutuhan tenaga kerja terampil di era industri 4.0, Management Development Institute of Singapore (MDIS) menawarkan program baru di bidang teknologi robotika.
MDIS yang merupakan institusi pendidikan nirlaba tertua di Singapura itu menjadi lembaga pendidikan swasta pertama yang memperkenalkan program baru Sarjana Teknik (Hons) Teknologi Robotika.
Kepala MDIS School of Engineering Dr Tham Yieng Wei, mengatakan disrupsi tidak bisa dihindari, dan pengetahuan tidak bisa diganggu gugat. Menggandeng Universitas Plymouth, Inggris, program teknologi robotika dirancang dengan cermat dan terstruktur dengan baik untuk memastikan peserta didik bergerak secara bertahap dari pendekatan berbasis pengajaran dalam dua tahun pertama ke pendekatan berbasis proyek di tahun terakhir.
Lihat Juga :