Potensi Pasarnya Bikin Ngiler, Menperin Dorong Pengembangan Industri Halal
Selasa, 22 Juni 2021 - 10:34 WIB
Potensi pasar produk halal global dan nasional diyakini masih sangat besar untuk dimanfaatkan industri dalam negeri. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan komitmennya untuk mendorong pengembangan industri halal dalam negeri. Pasalnya, industri halal dinilai memiliki potensi besar dalam memacu perekonomian nasional.
"Tidak hanya peluang pasar global yang diproyeksikan mencapai 1,84 miliar penduduk muslim dunia pada tahun 2023, kebutuhan produk halal dalam negeri pun masih terbuka luas dengan populasi penduduk muslim 87,2% dari total penduduk Indonesia," papar Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang di Jakarta, Selasa (22/6/2021).
Baca Juga: Bahan Baku Industri Halal RI Masih Banyak Diimpor, Wapres Dorong Peran BRIN
Agus yakin Indonesia memiliki peluang emas untuk menjadi produsen dan eksportir produk halal terbesar dunia. Sebab, Indonesia memiliki dukungan sumber daya, termasuk daya saing sektor industrinya.
Guna mencapai sasaran tersebut, kata dia, Indonesia sudah punya Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024. Salah satu strateginya adalah penguatan rantai nilai halal yang terdiri dari industri makanan dan minuman halal, industri pariwisata halal, industri fesyen muslim, industri media dan rekreasi halal, industri farmasi dan kosmetik halal serta industri energi terbarukan.
"Industri fashion muslim memiliki potensi yang besar mengingat konsumsi fashion muslim di Indonesia meningkat dari tahun ke tahun, dengan pertumbuhan rata-rata 3,2% per tahun. Pada tahun 2020, Indonesia berada di urutan kelima konsumen fashion muslim dunia," kata Agus.
"Tidak hanya peluang pasar global yang diproyeksikan mencapai 1,84 miliar penduduk muslim dunia pada tahun 2023, kebutuhan produk halal dalam negeri pun masih terbuka luas dengan populasi penduduk muslim 87,2% dari total penduduk Indonesia," papar Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang di Jakarta, Selasa (22/6/2021).
Baca Juga: Bahan Baku Industri Halal RI Masih Banyak Diimpor, Wapres Dorong Peran BRIN
Agus yakin Indonesia memiliki peluang emas untuk menjadi produsen dan eksportir produk halal terbesar dunia. Sebab, Indonesia memiliki dukungan sumber daya, termasuk daya saing sektor industrinya.
Guna mencapai sasaran tersebut, kata dia, Indonesia sudah punya Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024. Salah satu strateginya adalah penguatan rantai nilai halal yang terdiri dari industri makanan dan minuman halal, industri pariwisata halal, industri fesyen muslim, industri media dan rekreasi halal, industri farmasi dan kosmetik halal serta industri energi terbarukan.
"Industri fashion muslim memiliki potensi yang besar mengingat konsumsi fashion muslim di Indonesia meningkat dari tahun ke tahun, dengan pertumbuhan rata-rata 3,2% per tahun. Pada tahun 2020, Indonesia berada di urutan kelima konsumen fashion muslim dunia," kata Agus.
Lihat Juga :